Geger Pagi Hari! Pemuda 22 Tahun Ditemukan Tergantung di Kamar Pencucian Mobil di Sebulu
KUTAI KARTANEGARA – Suasana pagi yang biasanya tenang di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, mendadak berubah mencekam. Seorang pemuda ditemukan tewas tergantung di dalam kamar tempat istirahat pekerja pencucian mobil pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Korban diketahui bernama KS (22), pria asal Blora, Jawa Tengah, yang sehari-hari bekerja di tempat pencucian mobil di Jalan P. Jayakarta RT 03, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu.
Peristiwa mengerikan itu pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, SLN (42). Saat itu ia baru saja selesai mencuci kendaraan dan hendak masuk ke kamar tempat para pekerja biasa beristirahat.
Namun begitu pintu kamar dibuka, SL langsung dibuat terkejut dan panik. Di hadapannya, korban sudah dalam posisi tergantung di kasau atap kamar menggunakan seutas tali nilon berwarna biru.
Dalam kondisi syok, SL segera memanggil dua rekan kerja lainnya, yakni MR (25) dan YS (21). Ketiganya kemudian bergegas melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik usaha pencucian mobil.
Laporan tersebut langsung diteruskan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas bersama tenaga medis dari Puskesmas Sebulu II tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban.
Saat dilakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah, petugas menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada kematian akibat gantung diri, seperti lidah yang menjulur dan air liur yang menetes dari mulut korban.
Yang membuat peristiwa ini semakin mengundang perhatian, petugas menemukan percakapan WhatsApp di ponsel korban yang berisi pesan pamitan kepada ibu kandung dan tunangannya.
Bahkan sebelum kejadian, korban sempat mengirim foto tali yang akan digunakannya untuk mengakhiri hidup.
Diduga kuat, aksi nekat korban dipicu oleh persoalan asmara yang tengah dihadapinya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit ponsel merek Infinix warna biru serta seutas tali nilon warna biru yang digunakan korban.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sebulu II untuk dilakukan pemeriksaan. Pihak keluarga yang berada di Jawa telah dihubungi melalui video call dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi.
Kapolsek Sebulu IPTU Edy Subagyo, S.A.P., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
“Dari hasil pemeriksaan sementara serta keterangan para saksi, korban diduga kuat meninggal dunia akibat gantung diri. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” ujar Kapolsek.
Setelah berkoordinasi dengan keluarga, jenazah korban akhirnya dimakamkan di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Peristiwa tragis ini meninggalkan duka sekaligus menjadi pengingat bahwa tekanan emosional dapat membawa seseorang pada keputusan yang sangat fatal.














