DPO KKB Lanny Jaya Diringkus di Mulia, Aparat Lumpuhkan Pelaku Usai Melawan
Puncak Jaya – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bertindak tegas dan tanpa kompromi terhadap kelompok bersenjata di Papua Tengah. Seorang buronan kelas kakap, Pulan Wonda alias Kamenak, akhirnya berhasil diringkus aparat dalam operasi penegakan hukum di Kampung Peruleme, Distrik Mulia, Kamis (2/4/2026).
Pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) ini diketahui merupakan anggota aktif KKB Kodap XII Lanny Jaya, dengan rekam jejak panjang dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata yang menelan korban jiwa, baik dari kalangan aparat maupun masyarakat sipil.
Penangkapan dilakukan secara terukur setelah tim mendeteksi keberadaan pelaku di wilayah Kota Mulia. Saat hendak diamankan, pelaku justru melakukan perlawanan dengan menabrak kendaraan petugas dan mencoba melarikan diri.
Aparat yang telah memberikan dua kali tembakan peringatan akhirnya mengambil tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan pelaku pada bagian kaki kanan.
“Pelaku berupaya kabur dan membahayakan petugas. Tindakan tegas dilakukan sesuai prosedur karena peringatan tidak diindahkan,” tegas Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (3/4/2026).
Dari tangan pelaku, aparat menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor, tiga unit telepon genggam, dokumen kendaraan, serta barang pribadi lainnya. Temuan tiga lembar uang palsu juga memperkuat dugaan keterlibatan pelaku dalam jaringan kejahatan yang lebih luas.
Pulan Wonda bukan pelaku biasa. Ia diduga kuat terlibat dalam rentetan aksi berdarah sejak 2010, termasuk penyerangan terhadap Mapolsek Pirime yang menewaskan sejumlah anggota Polri serta aksi penembakan terhadap rombongan Kapolda Papua pada 2012.
Catatan kelam pelaku mencakup pembunuhan, kontak senjata, hingga aksi teror bersenjata di berbagai wilayah di Lanny Jaya dan Puncak Jaya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menindak tegas segala bentuk ancaman keamanan.
“Negara tidak boleh kalah. Siapa pun yang mengancam keselamatan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum,” ujarnya.
Senada, Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol Adarma Sinaga menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap dijalankan, namun tidak mengurangi ketegasan aparat di lapangan.
Saat ini, pelaku tengah menjalani perawatan medis sebelum diproses hukum lebih lanjut. Aparat juga terus memburu jaringan lain yang diduga terkait.
Satgas Damai Cartenz memastikan operasi akan terus digencarkan hingga seluruh jaringan kelompok bersenjata berhasil dilumpuhkan, demi menjamin keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.














