Haru, Abidin Terpaksa Tinggal di Kolong Rumah Nyaris Roboh, Polisi Datang Membawa Bantuan
WAJO, SULSEL — Kisah pilu dialami Abidin, warga Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Rumah yang dulu menjadi tempat berlindung kini hanya menyisakan rangka bangunan yang rusak berat dan nyaris roboh. Dalam kondisi serba terbatas, Abidin terpaksa bertahan hidup di bawah kolong rumah yang tersisa.
Di tempat yang seharusnya hanya menjadi penopang bangunan itu, Abidin menjalani hari-harinya dengan penuh keterbatasan. Kondisi tersebut menggugah rasa kemanusiaan banyak pihak, termasuk jajaran Kepolisian Sektor Belawa.
Mendengar kabar tersebut, Kapolsek Belawa IPTU Awal Syahrani bersama personel dan Bhayangkari turun langsung mengunjungi Abidin di Kampung Wajo, Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Senin (16/3/2026).
Kehadiran mereka bukan hanya untuk melihat kondisi Abidin, tetapi juga membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian.
Dalam kesempatan itu, bantuan juga diberikan kepada warga lain yang membutuhkan, yakni Muh Sukri.
Kapolsek Belawa IPTU Awal Syahrani mengaku sangat tersentuh saat melihat langsung kondisi rumah Abidin yang sudah tidak layak huni.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi Pak Abidin yang harus bertahan hidup di bawah kolong rumahnya karena bangunannya sudah rusak berat. Ini benar-benar menyentuh hati kami,” ujar Awal dengan nada haru.
Ia mengatakan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Kami berharap bantuan sederhana ini bisa sedikit meringankan beban beliau. Semoga ada perhatian dari berbagai pihak agar Pak Abidin bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.
Menurut Awal, kepedulian sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.
“Polisi tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai saudara bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan hidup,” tuturnya.
Kondisi rumah Abidin yang nyaris roboh membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain tinggal di bawah kolong rumah yang tersisa.
Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama agar dapat hidup lebih layak.














