MALANG, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) kembali menoreh prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang BBIB Award 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Kamis 14 Agustus 2025 lalu. Kaltim berhasil meraih Juara II untuk kategori Pengguna Jasa Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi Wilayah Intensif Tahun 2025.

Penghargaan ini diberikan di Balai BBIB Singosari, Malang, Jawa Timur, sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap daerah yang dinilai konsisten membangun sumber daya manusia (SDM) di sektor peternakan. Selasa, (19/8/2025).

Selain sertifikat dan plakat, DPKH Provinsi Kaltim juga menerima bantuan hibah berupa 300 dosis semen beku untuk mendukung program inseminasi buatan (IB) di daerah.
Kepala DPKH Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen daerah dalam meningkatkan kompetensi petugas lapangan.
“Selama tiga tahun terakhir kami telah mengirim total 31 orang tenaga teknis untuk mengikuti bimbingan teknis dan sertifikasi kompetensi IB dan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) di BBIB Singosari. Pada tahun 2025 ini, 20 orang lainnya sedang dalam proses mengikuti pelatihan yang sama,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pelatihan yang berlangsung selama 2—3 minggu tersebut meliputi teori dan praktik penerapan teknologi reproduksi modern pada ternak ruminansia, khususnya sapi. Pelatihan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan produksi dan produktivitas ternak di lapangan.
“Tujuan utama kami adalah memitigasi gap kompetensi antara pegawai yang telah memasuki usia pensiun dengan tenaga-tenaga muda. Karena itu, pengiriman SDM muda secara berkelanjutan sangat penting agar pelayanan peternakan di lapangan tetap berjalan optimal,” tambahnya.
Lebih jauh ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan berbasis protein hewani di Kalimantan Timur.
“Kami berharap, melalui pemanfaatan rekayasa reproduksi dan teknologi inseminasi buatan, populasi ternak lokal di Kaltim dapat terus meningkat sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung program strategis Pemerintah Provinsi dalam sektor peternakan,” urainya.
Sebagai informasi, BBIB Award merupakan ajang tahunan yang menilai keberhasilan daerah dalam pemanfaatan layanan bimbingan teknis, sertifikasi kompetensi, dan penerapan teknologi reproduksi dari BBIB Singosari.














