Ops Keselamatan Mahakam 2026: Angka Kecelakaan di Kaltim Turun 11 Persen
BALIKPAPAN – 09 Februari 2026,- Memasuki sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 yang berlangsung sejak 2 hingga 15 Februari 2026, Polda Kalimantan Timur bersama Polres jajaran mencatat hasil positif dalam upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) pelaksanaan operasi pada minggu pertama (H1–H7, 2–8 Februari 2026), jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Ops Keselamatan Mahakam 2025 tercatat 9 kejadian, sedangkan pada tahun 2026 turun menjadi 8 kejadian atau menurun sebesar 11 persen.
Penurunan juga terjadi pada jumlah korban kecelakaan, baik korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan. Meski demikian, beberapa Polres jajaran masih mencatat kejadian laka lantas, sehingga diharapkan terus meningkatkan langkah pencegahan sesuai karakteristik wilayah dan faktor penyebab kecelakaan masing-masing daerah.
Pada bidang preemtif, kinerja Polda Kaltim dan Polres jajaran menunjukkan peningkatan signifikan. Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat meningkat sebanyak 2.666 kegiatan atau naik 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, penyebaran dan pemasangan media imbauan keselamatan berlalu lintas juga meningkat sebanyak 1.630 kegiatan atau 21 persen.
Di bidang preventif, kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali) mengalami peningkatan sebanyak 1.733 kegiatan atau naik 17 persen.
Sementara itu, pada aspek penegakan hukum (gakkum), jumlah penindakan berupa tilang menurun sebesar 23 persen, disusul penindakan teguran yang juga turun 28 persen. Penurunan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, meskipun upaya penegakan hukum tetap dilakukan secara humanis dan terukur.
Hasil evaluasi minggu pertama ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 berjalan dengan baik di seluruh satuan tugas. Diharapkan seluruh jajaran terus meningkatkan sinergi serta konsistensi pelaksanaan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum guna menekan angka kecelakaan dan mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur hingga operasi berakhir pada 15 Februari 2026.
















