Kontak Tembak di Mile 50 Freeport, TPNPB Klaim Serangan dan Perampasan Senjata
Mimika, Papua Tengah – Insiden penembakan terjadi di Mile Post 50, jalur utama menuju Tembagapura, area operasional PT Freeport Indonesia (PTFI), Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebut satu anggota aparat keamanan tewas.
Juru bicara markas pusat TPNPB, Sebby Sambom, dalam rilis pers yang diterima media pada Rabu malam, menyatakan aksi dilakukan oleh pasukan di bawah komando wilayah setempat. Menurutnya, serangan merupakan bagian dari operasi militer TPNPB untuk mengganggu aktivitas ekonomi yang dinilai mengeksploitasi sumber daya alam Papua.
TPNPB juga mengklaim merampas dua senjata api laras panjang jenis SS2, dua magazen, serta 50 butir amunisi. Selain itu, kelompok tersebut menyampaikan tuntutan politik kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Pemerintah Amerika Serikat agar menutup operasional PTFI.
Dalam pernyataannya, TPNPB memperingatkan bahwa intensitas serangan akan meningkat apabila tuntutan diabaikan. Mereka juga kembali menyoroti sejarah pengelolaan tambang di Papua sejak 1967 yang dinilai menjadi akar konflik berkepanjangan.
PTFI Benarkan Gangguan Keamanan
Manajemen PT Freeport Indonesia membenarkan adanya gangguan keamanan di wilayah kerjanya. VP Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, menyatakan perusahaan menerima laporan resmi dari aparat keamanan pemerintah.
“Kami menerima laporan terkait insiden penembakan pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIT di Mile Post 50. Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup,” ujar Katri dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan keselamatan dan keamanan karyawan menjadi prioritas utama perusahaan. “Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah,” tambahnya.
TNI: Klaim Senjata Dirampas Belum Dipastikan
Terkait klaim perampasan senjata, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto menyatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Info tersebut belum dapat dipastikan. Saat ini personel TNI dan Polri fokus pada pengamanan para pekerja di areal lokasi,” katanya saat dikonfirmasi dari Mimika.
Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi atas insiden tersebut, termasuk terkait korban jiwa dan klaim perampasan senjata. Situasi di jalur menuju Tembagapura dilaporkan berada dalam pengawasan ketat aparat keamanan.














