Satgas Saber Pangan Pantau 9.138 Titik, Harga Sejumlah Komoditas Mulai Melandai
JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat capaian signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Intensitas pemantauan meningkat tajam pasca Rapat Koordinasi Satgas yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas Saber, di Mabes Polri.
Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, selama sepekan dilakukan pemantauan di 9.138 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI sekaligus Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menyatakan pengawasan masif tersebut berdampak pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.
Komoditas yang menunjukkan tren penurunan di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabai rawit, cabai merah keriting, Minyakita, serta beras medium dan premium. Meski demikian, beberapa komoditas masih tercatat berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP) di sejumlah wilayah.
“Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabai merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras,” ujar Ketut Astawa, Kamis (12/2/2026).
Mayoritas Sasar Pedagang dan Pengecer
Dari total pemantauan, kegiatan pengawasan didominasi pada pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.
Satgas Saber juga menindaklanjuti berbagai temuan pelanggaran dengan menerbitkan:
• 128 surat teguran
• 400 pengisian stok kosong
• 33 pengambilan sampel pangan untuk uji laboratorium
• Rekomendasi pencabutan 1 izin usaha dan 2 izin edar
“Tindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi ketentuan HET dan HAP serta standar keamanan dan mutu pangan,” tegas Astawa.
Komoditas Masih Jadi Perhatian
Analisis harga menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas HET/HAP, khususnya di wilayah Indonesia Timur dan daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan). Komoditas tersebut meliputi:
• Beras premium Zona III
• Minyakita
• Bawang merah dan bawang putih
• Daging sapi segar dan daging kerbau beku
• Cabai rawit merah
• Gula konsumsi
Menurut Astawa, kondisi ini menjadi fokus intervensi bersama kementerian/lembaga terkait seperti Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas, Bulog, dan Satgas daerah.
Minyakita Dominasi Aduan
Harga Minyakita secara nasional masih tercatat di atas HET Rp15.700 per liter, meski menunjukkan tren penurunan di akhir periode pemantauan. Komoditas ini juga menjadi yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline Satgas.
“Satgas Saber Pangan Pusat akan turun langsung mengecek produsen, distributor lini 1 dan 2, hingga pengecer untuk memastikan harga Minyakita sesuai HET,” kata Astawa.
Satgas turut mendorong Perum Bulog dan BUMN pangan mempercepat intervensi distribusi, terutama di wilayah dengan harga tinggi.
Aduan Ditindaklanjuti
Sepanjang Minggu ke-I, hotline Satgas menerima 6 laporan masyarakat dari Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh laporan telah ditindaklanjuti Satgas daerah.
Penyaluran Beras SPHP
Di sisi lain, pemerintah memperkuat stabilisasi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton ke berbagai saluran distribusi, termasuk Gerakan Pangan Murah, ritel modern, pasar tradisional, dan outlet pangan binaan pemerintah daerah.
“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkas Astawa.














