Detik-Detik Mencekam di Muara Kaman: Jeritan Istri Pecah Saat Suami Tak Timbul dari Sungai
Ratusan Warga Turun Tangan, Pencarian Masih Berlangsung di Tengah Sungai Pasang
KUTAI KARTANEGARA – Warga Desa Sabintulung, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, digegerkan peristiwa tenggelamnya seorang nelayan lanjut usia di Sungai Sabintulung, Sabtu pagi (28/2/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.
Korban diketahui bernama Hairun (62), seorang nelayan warga RT 011 Dusun Rumbia. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban hendak mandi pagi dan langsung melompat ke sungai seperti biasanya.
Namun nahas, beberapa saat kemudian korban tak lagi muncul ke permukaan.
Saksi mata, Bondan (43), mengaku melihat korban masuk ke sungai, tetapi tak lama kemudian situasi berubah mencekam ketika korban tidak timbul kembali.
Jeritan histeris terdengar dari Aspah (59), istri korban, yang langsung berteriak meminta pertolongan kepada anaknya, Yusuf (37). Upaya pencarian awal dilakukan keluarga, namun hasilnya nihil.
Tak berselang lama, ratusan warga Desa Sabintulung berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk membantu pencarian. Sungai yang saat itu dalam kondisi pasang membuat proses pencarian semakin sulit.
Menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi), yaitu gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang mendadak. Dugaan sementara, penyakit tersebut kambuh saat korban berada di dalam air.
Polisi dan Damkar Turun Tangan
Tim gabungan dari Polsek Muara Kaman bersama Damkar Kecamatan Muara Kaman langsung turun ke lokasi.
Sebanyak 6 personel Polsek, 2 anggota Damkar, serta sekitar 100 warga terus menyisir aliran Sungai Sabintulung.
Kapolsek Muara Kaman melalui laporan resmi menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan keluarga korban.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian.
Sungai Pasang, Pencarian Terkendala
Kondisi air sungai yang sedang naik menjadi tantangan besar bagi tim pencari. Arus yang cukup kuat dikhawatirkan membawa korban menjauh dari titik awal tenggelam.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar lebih waspada, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu saat beraktivitas di perairan.
Situasi di lokasi masih dipenuhi warga yang berharap korban segera ditemukan.














