Tanpa Ampun! 55 Motor Balap Liar Disikat, Polres Wajo Tegas: Jangan Coba-Coba Ganggu Ramadan
WAJO — Aparat gabungan dari Satuan Lalu Lintas, Satuan Samapta, dan piket fungsi Polres Wajo bertindak tegas membubarkan dan menindak aksi balap liar yang meresahkan warga di Desa Tajo, Kabupaten Wajo, Senin (2/3/2026) dini hari.
Sebanyak 55 unit sepeda motor langsung disita di lokasi, sementara 22 pengendara diamankan untuk pemeriksaan dan pendataan. Operasi dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Riyanda Putra bersama jajaran Sat Lantas dan Sat Samapta.
Razia digelar menjelang sahur setelah polisi menerima laporan masyarakat yang resah dengan aksi kebut-kebutan di jalan umum. Saat petugas tiba, para pelaku dan penonton kocar-kacir berusaha melarikan diri. Namun upaya tersebut tak sepenuhnya berhasil.
“Sebagian memang sempat kabur, tetapi 55 kendaraan dan 22 pengendara berhasil kami amankan. Tidak ada kompromi untuk balap liar,” tegas AKP Riyanda Putra.
Tak hanya motor yang diduga hendak dipakai balapan, polisi juga menemukan sejumlah kendaraan tanpa kelengkapan administrasi yang diduga milik penonton.
Seluruh barang bukti diangkut menggunakan mobil dump truck ke Mapolres Wajo untuk proses tilang dan penindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Penindakan ini, lanjut Riyanda, bukan sekadar razia rutin, melainkan bentuk komitmen keras kepolisian mencegah kecelakaan dan potensi korban jiwa, terlebih di bulan Ramadan.
“Balap liar itu membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kami tidak ingin ada korban hanya karena aksi ugal-ugalan di jalan raya,” ujarnya dengan nada tegas.
Polres Wajo memastikan patroli akan terus digencarkan pada jam-jam rawan, terutama menjelang sahur dan setelah subuh. Polisi juga memperingatkan para pelaku agar tidak menjadikan momen Ramadan sebagai ajang unjuk kecepatan di jalan umum.
Selain itu, pihak kepolisian mengingatkan orang tua untuk tidak lengah mengawasi anak-anaknya pada malam hari. Aparat menegaskan, siapa pun yang terlibat balap liar akan ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Situasi di lokasi kini telah kembali kondusif setelah personel melakukan penyisiran dan membubarkan kerumunan. Polisi memastikan, ruang publik bukan tempat untuk balapan liar.














