Penghormatan Terakhir untuk Prajurit Setia Lanud Sjamsudin Noor
KALSEL – Air mata tak terbendung saat upacara pemakaman militer Serma Aliansyah digelar dengan penuh khidmat di TMP Umum Masjid Baiturrahman Km 18 Anjir, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Selasa (3/3/2026).
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita memimpin langsung prosesi penghormatan terakhir tersebut. Dalam balutan seragam kebesaran, para prajurit berdiri tegap memberi hormat, sementara isak tangis keluarga pecah mengiringi penurunan jenazah ke liang lahat.
Serma Aliansyah wafat di usia 49 tahun, meninggalkan seorang istri dan dua buah hati yang masih membutuhkan sosok ayah. Putra sulungnya kini duduk di bangku kelas 3 SMA, sementara sang adik masih kelas 3 SMP. Tatapan keduanya yang sendu menjadi potret pilu kehilangan seorang kepala keluarga sekaligus panutan hidup.
Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di rumah duka dan diserahkan secara simbolis oleh keluarga kepada pihak Lanud sebagai bentuk penghormatan negara kepada prajuritnya. Momen itu berlangsung haru. Sang istri tampak tegar meski tak kuasa menyembunyikan kesedihan mendalam.
Dalam amanatnya, Danlanud menyampaikan belasungkawa yang tulus. Ia menegaskan bahwa almarhum adalah prajurit yang setia, disiplin, dan penuh dedikasi. “Pengabdian beliau bukan hanya tercatat dalam administrasi kedinasan, tetapi hidup dalam kenangan dan teladan bagi rekan-rekan sejawat,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Jejak pengabdian Serma Aliansyah terbentang panjang di berbagai satuan, hingga terakhir menjabat sebagai Danru/Bakpan 1 Tonpan Sathanlan Lanud Sjamsudin Noor. Atas kesetiaannya, ia dianugerahi Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun dan XVI Tahun—sebuah bukti pengabdian tanpa cela.
Kepergian Serma Aliansyah bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga besar Lanud Sjamsudin Noor. Namun semangat, loyalitas, dan keteladanan yang ia tinggalkan akan terus hidup, menjadi cahaya pengabdian bagi generasi prajurit berikutnya.














