Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026, Pengamanan Mudik Lebaran Diperketat
BALIKPAPAN – 12 Februari 2026,- Aparat gabungan dari Kepolisian Republik Indonesia, TNI, pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait resmi memulai pengamanan arus mudik serta perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Di Kalimantan Timur, apel dipusatkan di BSCC Dome Balikpapan dan dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Timur. Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. selaku pimpinan apel menegaskan kesiapan penuh jajaran Polda Kaltim dalam mengamankan arus mudik dan rangkaian perayaan Idul Fitri tahun ini.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat TNI–Polri, perwakilan pemerintah provinsi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam apel tersebut dibacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan arus mudik Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud komitmen untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana prasarana, sekaligus memperkuat sinergitas lintas sektor guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan dalam apel tersebut.
Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai instansi pendukung lainnya.
Selain kesiapan pengamanan mudik, Kapolri juga menyoroti dinamika global yang masih diwarnai berbagai tantangan, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia dan fluktuasi harga energi.
Pemerintah, kata Kapolri, terus mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, di antaranya melalui penguatan diplomasi luar negeri, menjaga stabilitas harga energi, serta memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tetap aman bagi masyarakat.
Kapolri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta membeli kebutuhan energi sesuai keperluan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Menjelang Idul Fitri, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan. Berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama libur Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Karena itu, Operasi Ketupat 2026 difokuskan pada pengamanan jalur mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, objek wisata, serta berbagai fasilitas publik, guna memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar.
Melalui operasi ini, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat sinergi sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman.
Red//Hd.














