Kebakaran di Palu Selatan, Kios Bensin dan Barbershop Ludes Terbakar
PALU, SULTENG – Kebakaran menghanguskan dua unit rumah yang berdampak pada satu kios dan satu rumah barbershop di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Senin (9/1/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.15 WITA. Api pertama kali terlihat di bagian depan kios yang menyimpan jeriken serta botol berisi bensin. Dalam waktu singkat, api membesar dan membakar seluruh isi kios sebelum merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Saya melintas dan melihat api sudah membesar. Warga langsung membantu pemilik kios menyelamatkan barang-barang,” ujar salah seorang saksi di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan korban, kebakaran bermula saat korban bersama anaknya sedang memindahkan bensin dari jeriken berkapasitas 35 liter ke botol-botol kecil. Saat itu listrik dalam kondisi padam, sehingga anak korban menyalakan lilin dan meletakkannya di dekat tumpukan bensin.
Api kemudian menyambar botol dan jeriken berisi bensin hingga terjadi ledakan kecil. Api dengan cepat membesar karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam kios dan merambat ke rumah pangkas rambut di sebelahnya.
Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim, SH mengatakan, api cepat menyebar karena keberadaan bahan bakar dalam jumlah besar di dalam kios. “Api kemudian merambat ke rumah barbershop yang berada tepat di samping kios,” ujarnya.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran Kota Palu tiba di lokasi sekitar pukul 20.22 WITA. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 21.15 WITA, dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, SH, SIK, M.Si melalui Kapolsek Palu Selatan menyatakan pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut bersama tim terkait untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menangani bahan mudah terbakar, terutama saat listrik padam dan menggunakan penerangan alternatif seperti lilin.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian saat pengisian dan penyaluran bensin serta penggunaan lilin di dekat bahan yang mudah terbakar.


















