Wakajati Sulsel Tegaskan Sinergi Kuat, Mentan: Swasembada Pangan Tercapai Berkat Kolaborasi Penegak Hukum
Sulawesi Selatan, 28 Februari 2026, – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulawesi Selatan, Prihatin, menunjukkan komitmen tegas institusi Adhyaksa dengan menghadiri Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Kamis 26 Februari 2026 lalu.
Kehadiran pimpinan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bukan sekadar seremoni, tetapi sinyal kuat bahwa Kejaksaan siap berdiri di garda depan mendukung agenda strategis nasional.
Mengusung tema “Profesional dalam Berkinerja, Berkarakter dan Amanah dalam Kepemimpinan”, kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Sulsel dan hampir 1.000 peserta. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, tampil sebagai narasumber utama dengan pernyataan lugas dan penuh penegasan.
Di hadapan Wakajati dan para pemangku kepentingan daerah, Mentan Amran secara terbuka mengakui peran krusial TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam mempercepat swasembada pangan.
“Ini tidak mungkin tercapai kalau bekerja sendiri. Sukses ini lahir dari kolaborasi,” tegasnya.
Target swasembada yang semula diproyeksikan empat tahun dipangkas drastis menjadi satu tahun dan tuntas pada 31 Desember 2025. Data per 25 Februari 2026 menunjukkan stok beras nasional menyentuh 3,58 juta ton—angka tertinggi dalam periode Januari–Februari sepanjang sejarah kemerdekaan. Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghasilkan lompatan nyata.
Dalam forum tersebut, Mentan juga menyampaikan pesan keras tentang kepemimpinan dan integritas. Ia mengingatkan bahwa jabatan bukan kemewahan, melainkan amanah berat yang menuntut keberanian dan kejujuran.
“Pemimpin itu indah dalam mimpi, tapi berat dalam kenyataan. Jika adil dan jujur, kehormatan akan mengikuti. Jika tidak, kehormatan akan hilang,” tandasnya.
Pesan itu sejalan dengan semangat Kejaksaan dalam menjaga integritas dan profesionalisme. Kehadiran Wakajati Sulsel menegaskan bahwa Kejati tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif mengawal dan mendukung program strategis pemerintah demi kedaulatan pangan dan martabat bangsa.
Sinergi bukan lagi slogan. Di Sulawesi Selatan, komitmen itu ditegaskan dengan tindakan.














