Sentuhan Polisi Penggerak, Polda Sulsel Dampingi Petani Wujudkan Ketahanan Pangan
MAKASSAR, SULSEL – Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Polda Sulawesi Selatan menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dan humanis melalui keterlibatan langsung 2.286 Polisi Penggerak di tengah masyarakat tani.
Ribuan personel tersebut kini tersebar di 25 Polres jajaran se-Sulawesi Selatan. Mereka tidak sekadar menjalankan tugas pengawasan, tetapi juga hadir sebagai pendamping, sahabat, sekaligus penggerak bagi para petani dalam memanfaatkan lahan produktif, termasuk lahan tidur dan pekarangan yang selama ini belum tergarap optimal.
Melalui interaksi yang intens di tingkat desa dan kelurahan, para Polisi Penggerak membantu kelompok tani mulai dari proses penanaman hingga memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolektif masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan bergizi, khususnya komoditas jagung.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Polda Sulsel juga telah menyiapkan lahan binaan Polri seluas 4.796.656 hektare yang dapat dimanfaatkan oleh petani. Di atas lahan inilah sinergi antara aparat dan masyarakat dibangun, dengan pendampingan langsung dari para Polisi Penggerak di lapangan.
Karo SDM Polda Sulsel, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kemandirian masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai aparat,
tetapi juga sebagai mitra bagi para petani. Sebanyak 2.286 Polisi Penggerak telah kami turunkan untuk mendampingi dan mengawal penanaman jagung sebagai bagian dari komitmen mendukung swasembada pangan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia menyebutkan, pada tahun 2025 Polda Sulsel berhasil mencatat produksi jagung sebesar 10.000 ton. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk menargetkan hasil yang lebih besar pada tahun 2026.
Lebih dari itu, para Polisi Penggerak juga telah dibekali keterampilan dasar di bidang pertanian agar mampu memberikan pendampingan yang efektif dan solutif bagi kelompok tani.
“Kami berharap kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga para petani semakin percaya diri dalam meningkatkan hasil produksi,” tutupnya.
Melalui langkah ini, Polda Sulsel menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen, termasuk kepolisian sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat.














