Presiden Prabowo Disambut Haru Diaspora Indonesia di Amman, Momen Ramadan Jadi Sorotan
Amman – Kamis, 26 Februari 2026,- Suasana hangat penuh emosi mewarnai kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah, Selasa (24/2/2026) lalu. Kunjungan kerja yang sarat agenda diplomasi itu berubah menjadi momen kebersamaan yang menyentuh hati bersama diaspora Indonesia.
Puluhan mahasiswa dan warga Indonesia telah menanti sejak awal di lobi hotel tempat Presiden bermalam. Antusiasme terlihat jelas dari wajah sumringah para diaspora yang tak sabar menyambut langsung pemimpin negaranya.
Perhatian tertuju pada momen penyambutan di pintu masuk hotel. Dua anak Indonesia, Arsyah dan Carissa, tampil anggun mengenakan pakaian tradisional. Dengan penuh percaya diri, keduanya menyerahkan bunga sambil mengucapkan, “Selamat datang di Amman, Pak Presiden.” Presiden Prabowo membalas dengan senyum hangat dan ucapan singkat, “Terima kasih.”
Tepuk tangan dan sapaan akrab langsung pecah di lobi. Bagi para pelajar Indonesia di Yordania, kehadiran Presiden terasa bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan pertemuan yang dekat dan personal.
Lulu, mahasiswi Universitas Yordania, mengaku bahagia bisa menyambut langsung Presiden. Ia menyebut kehadiran Kepala Negara membawa semangat baru bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri.
“Kami bangga dan senang sekali. Beliau bahkan menyempatkan diri memberi semangat kepada kami yang sedang menempuh studi di Yordania,” ujarnya.
Falihah dan Isma juga menyampaikan kesan serupa. Pertemuan pertama dengan Presiden Prabowo menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Jujur, ini momen yang sangat membahagiakan bagi kami,” ungkap mereka.
Sementara itu, Firas, Rendi, dan Faruq mengaku terharu mendapat kesempatan berjabat tangan langsung dengan Presiden. “Alhamdulillah, bisa salaman langsung. Rasanya luar biasa,” kata mereka.
Momen ini terasa semakin istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadan. Di tengah nuansa spiritual dan kebersamaan, pertemuan Presiden dengan diaspora Indonesia di Amman menjadi potret hangat kedekatan pemimpin dengan warganya di perantauan — sebuah momen yang ramai diperbincangkan dan menjadi sorotan publik.














