Warga Korowai Kumpulkan Dana demi Kelangsungan Penerbangan Perintis di Tanah Merah
TANAH MERAH – Solidaritas warga Korowai di pedalaman Papua mengemuka di tengah suasana duka. Masyarakat bergotong royong mengumpulkan dana sebesar Rp2.000.400 sebagai bentuk kepedulian dan harapan agar penerbangan perintis, satu-satunya akses transportasi menuju Tanah Merah, tetap beroperasi. Minggu (15/2/2026).
Bagi warga Korowai, pesawat menjadi urat nadi kehidupan. Jalur udara digunakan untuk mendatangkan kebutuhan pokok, merujuk pasien ke layanan kesehatan, menunjang akses pendidikan, hingga menjaga perputaran ekonomi. Ketika penerbangan terganggu, aktivitas dasar masyarakat ikut terdampak.
Merespons kondisi tersebut, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memperkuat pengamanan dan meningkatkan koordinasi lintas pihak. Pendekatan humanis dikedepankan guna memastikan situasi tetap kondusif sehingga operasional penerbangan perintis dapat berjalan aman.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi. Ia menilai aksi pengumpulan dana oleh warga sebagai cerminan kepedulian sosial yang kuat.
“Kami turut berbelasungkawa. Kepedulian masyarakat Korowai yang secara sukarela mengumpulkan dana adalah bentuk solidaritas luar biasa. Negara harus hadir memastikan rasa aman agar konektivitas dan aktivitas masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut Faizal, stabilitas wilayah pedalaman berkaitan erat dengan keberlanjutan akses layanan dasar. Satgas, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan jalur penerbangan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengamanan difokuskan pada titik strategis, termasuk area keberangkatan dan kedatangan pesawat.
“Kami memahami pesawat adalah satu-satunya akses masyarakat Korowai menuju Tanah Merah. Karena itu, pengamanan akan terus ditingkatkan agar masyarakat merasa tenang dan aktivitas penerbangan berlangsung aman,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan menjaga kelancaran distribusi logistik, memastikan layanan kesehatan dan pendidikan tidak terputus, serta menjamin mobilitas warga tetap berjalan.
Di tengah keterbatasan infrastruktur, solidaritas warga Korowai menjadi pesan tentang pentingnya konektivitas dan rasa aman. Upaya masyarakat dan aparat kini berpadu untuk memastikan harapan tetap terbang dari pedalaman Papua.














