Sinergi Harmonis Polri dan Petani, Ketahanan Pangan Tumbuh Subur di Bengalon
KUTAI TIMUR – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi yang harmonis antara aparat kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat.
Polres Kutai Timur (Kutim) melalui Polsek Bengalon menunjukkan komitmen tersebut dengan melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung serta panen semangka di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area perkebunan Kelompok Tani Perdau Mandiri binaan PT Perkasa Inaka Kerta (PIK) ini dipimpin oleh Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, bersama personel, perwakilan perusahaan, dan para petani.
Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang bertujuan memastikan proses pertanian berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melakukan pengecekan terhadap tanaman jagung hibrida (pipil) yang menjadi bagian dari program Kuartal I Tahun 2026.
Tanaman yang telah berusia sekitar 43 hari itu terlihat tumbuh sehat dengan tinggi berkisar 40 hingga 70 sentimeter, menandakan perawatan yang baik serta kondisi lahan yang mendukung. Lahan yang dikelola mencapai 5 hektare, dengan tahap awal penanaman seluas 3 hektare.
Selain itu, panen semangka turut menjadi momen yang menggembirakan bagi para petani. Beragam varietas seperti Juventus, Madrid, dan Arsenal mulai dipanen dengan hasil yang cukup memuaskan, sementara sebagian tanaman lainnya masih dalam tahap pertumbuhan.
AKP Asriadi menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendorong keberhasilan program ketahanan pangan. Kami ingin memastikan setiap proses berjalan baik dan memberikan manfaat bagi para petani,” ujarnya.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, turut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kemandirian pangan di daerah.
“Kami percaya, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan kelompok tani adalah fondasi utama keberhasilan. Dengan kebersamaan, kita optimistis Kutai Timur mampu memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para petani yang terus menunjukkan dedikasi dan semangat dalam mengelola lahan pertanian.
“Semangat dan kerja keras para petani adalah inspirasi bagi kita semua. Dengan dukungan dan pendampingan yang berkesinambungan, hasil pertanian diharapkan semakin meningkat dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Melalui langkah yang selaras dan penuh kebersamaan ini, ketahanan pangan tidak hanya menjadi program, tetapi juga gerakan bersama yang tumbuh kuat dari tingkat desa hingga daerah.















