GUBERNUR KALTARA APRESIASI PROFESIONALISME POLDA SULSEL, KESELAMATAN MAHASISWA JADI PRIORITAS
MAKASSAR, 18 Oktober 2026 – Keselamatan warga negara merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kehadiran nyata, koordinasi yang kuat, dan tindakan cepat dari seluruh unsur terkait. Prinsip tersebut tercermin dalam kunjungan Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., ke Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar, Kamis 15 Oktober 2026, untuk menyampaikan apresiasi atas penanganan kasus penyekapan mahasiswa asal Kalimantan Utara di Makassar.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan masyarakat Kaltara, Zainal menyampaikan penghargaan kepada jajaran kepolisian atas respons cepat dan langkah penanganan yang dilakukan. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan warganya, khususnya mahasiswa yang sedang berjuang meraih masa depan melalui pendidikan di perantauan.
“Atas nama Pemprov dan masyarakat Kalimantan Utara, khususnya keluarga korban, saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar atas respons cepat dan penanganan profesional dalam kasus ini,” ujar Zainal.
Menurut Zainal, keamanan mahasiswa tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Mereka meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, perlindungan terhadap keselamatan mereka harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lingkungan pendidikan, maupun masyarakat.
Penegakan hukum harus berjalan tegas, sementara perlindungan terhadap korban harus tetap menjadi perhatian utama. Kecepatan penanganan perkara perlu diikuti dengan pendampingan yang memadai agar korban dapat memulihkan kondisi fisik dan psikologisnya serta kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan rasa aman.
Sebagai purnawirawan Polri, Zainal memahami pentingnya kecepatan, ketepatan, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kunjungannya tidak hanya menjadi momentum menyampaikan apresiasi, tetapi juga memastikan bahwa kondisi korban memperoleh perhatian yang layak setelah mengalami peristiwa tersebut.
Dalam kesempatan itu, koordinasi dengan jajaran kepolisian turut dilakukan guna memperkuat perhatian dan perlindungan terhadap mahasiswa asal Kalimantan Utara yang menempuh pendidikan di Sulawesi Selatan. Sinergi lintas daerah dinilai penting agar persoalan yang menyangkut keselamatan warga dapat ditangani secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Zainal juga mengingatkan para pelajar dan mahasiswa asal Kaltara agar senantiasa menjaga keselamatan diri, meningkatkan kewaspadaan, menjalin komunikasi dengan keluarga, serta membangun hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa, organisasi daerah, dan aparat setempat.
Ia berharap para mahasiswa tetap fokus menempuh pendidikan dan tidak kehilangan semangat dalam meraih cita-cita. Di sisi lain, lingkungan perantauan diharapkan mampu memberikan ruang yang aman dan kondusif bagi generasi muda untuk berkembang.
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Selatan, Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., menyambut baik kunjungan Gubernur Kalimantan Utara. Koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk memberikan perhatian kepada warga yang berada jauh dari daerah asalnya.
Penanganan kasus ini menegaskan pentingnya kerja sama antarlembaga dalam merespons persoalan keamanan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Selain proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, perhatian terhadap pemulihan korban dan langkah pencegahan juga perlu berjalan beriringan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian kepada masyarakat, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar wilayah Kaltara.
Bagi pemerintah dan aparat penegak hukum, kehadiran negara harus dirasakan melalui perlindungan yang nyata. Bagi masyarakat, rasa aman merupakan fondasi untuk menjalani kehidupan, menempuh pendidikan, dan membangun masa depan. Oleh karena itu, sinergi pemerintah daerah dan kepolisian menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa dapat belajar dengan tenang, sementara setiap persoalan hukum ditangani secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.


















