MENSOS APRESIASI SEKOLAH RAKYAT SULSEL, ANDI SUDIRMAN PERKUAT KOMITMEN PERLUAS AKSES PENDIDIKAN
MAKASSAR, 2 November 2026 – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas komitmen dan peran aktifnya dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat. Sulawesi Selatan bahkan disebut sebagai provinsi di luar Pulau Jawa dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat terbanyak.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam peringatan Satu Tahun Sekolah Rakyat sekaligus peringatan Sumpah Pemuda bertema “Satu Indonesia, Sejuta Cita-cita” yang digelar di GOR Sudiang, Makassar.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hasan Chabibie, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher, Rektor Universitas Pertahanan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.
Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul tersebut secara terbuka mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman beserta jajaran pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan program pendidikan bagi masyarakat.
“Kepada para gubernur, bupati, khususnya Gubernur Sulawesi Selatan, gubernur yang paling aktif, sehingga Sulawesi Selatan menjadi provinsi luar Jawa yang paling banyak penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh tingkatan pemerintahan. Karena itu, Kementerian Sosial menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas kontribusinya dalam memperluas akses pendidikan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial dan pemerintah pusat atas kepercayaan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang memiliki nilai penting dalam membangun kesetaraan kesempatan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Andi Sudirman juga mengungkapkan kebanggaan tersendiri terhadap program tersebut karena memiliki hubungan historis dengan perjalanan keluarganya.
“Saya juga anak hasil Sekolah Rakyat, Bapak saya alumni Sekolah Rakyat. Kami bangga, alumni Sekolah Rakyat juga bisa,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, melainkan fondasi untuk meningkatkan martabat, kualitas hidup, dan kemampuan seseorang dalam memberikan kontribusi bagi bangsa.
Lebih jauh, Gubernur berharap Sekolah Rakyat dapat melahirkan generasi pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan, integritas, dan kesempatan yang sama untuk mengabdi kepada negara.
“Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau bahkan 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari siswa Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Saat ini, Sulawesi Selatan telah memiliki sembilan Sekolah Rakyat yang beroperasi, sedangkan tujuh sekolah lainnya masih dalam proses pembangunan. Pemerintah provinsi berkomitmen melanjutkan dukungan agar keberadaan fasilitas pendidikan tersebut semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas inisiatif menghadirkan kembali Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda strategis pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045,” kata Andi Sudirman.
Program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu langkah konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menghadirkan kesempatan yang lebih adil bagi setiap anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita tanpa dibatasi latar belakang ekonomi keluarga.



















