Bangun Harmoni Ulama dan Polri, AKBP Aryansyah Tegaskan Komitmen Menjaga Kamtibmas
SANGATTA, KUTAI TIMUR – Membangun keamanan yang kokoh tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga pada kuatnya persaudaraan, komunikasi, dan kepercayaan antara kepolisian, ulama, serta masyarakat. Semangat inilah yang tercermin dalam kunjungan silaturahmi Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah ke Sekretariat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kutai Timur, yang juga merupakan kediaman KH. Hasyim Asy’ari, di Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (20/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kemitraan sekaligus mematangkan persiapan peringatan Hari Santri 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di kawasan Folder Maulana, Sangatta Utara.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan. Sejumlah tokoh dan unsur kepanitiaan turut hadir, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Kutai Timur Siswanto, Kasat Binmas Polres Kutim AKP Rahmat Hartoyo, KH. Hasyim Asy’ari selaku Khatib Syuriah/Sekretaris PCNU Kutim, Ketua IKJ Kutim Uce Prasetyo, serta Ketua Panitia Hari Santri AKP Purn. Suparmin, bersama personel Polres Kutai Timur dan perwakilan panitia lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada koordinasi dan kesiapan pelaksanaan kegiatan, termasuk pentingnya membangun komunikasi yang efektif antarpihak agar seluruh rangkaian peringatan Hari Santri dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah menegaskan bahwa sinergi dengan ulama dan tokoh masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan para ulama serta tokoh masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan kerukunan. Kami berharap persiapan Hari Santri dapat berjalan dengan baik, sehingga pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Aryansyah.
Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan komunikasi, kebersamaan, dan saling menghormati menjadi landasan penting dalam membangun situasi kamtibmas yang kondusif. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, kemitraan dengan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama memiliki arti strategis dalam merawat persatuan, memperkuat toleransi, dan menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Hari Santri sendiri bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengenang kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa, sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, disiplin, pengabdian, dan semangat persaudaraan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat, sehingga keberagaman tidak menjadi sekat pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun Kabupaten Kutai Timur yang harmonis, aman, dan bermartabat.
Kapolres juga berharap koordinasi antara Polres Kutai Timur, PCNU, panitia, dan seluruh unsur masyarakat dapat terus diperkuat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Dengan perencanaan yang matang dan komunikasi yang terbuka, berbagai potensi kendala diharapkan dapat diantisipasi lebih awal.
Di sisi lain, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan. Dukungan bersama diharapkan mampu menciptakan suasana yang sejuk, tertib, dan penuh kekhidmatan, sehingga peringatan Hari Santri dapat menjadi momentum yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Melalui silaturahmi tersebut, Polres Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan yang harmonis dengan ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi yang terbangun antara kepolisian dan para tokoh agama diharapkan tidak hanya menyukseskan peringatan Hari Santri 2026, tetapi juga menjadi fondasi berkelanjutan dalam menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, dan memelihara keamanan di Kabupaten Kutai Timur.
Sebab, keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan, kerukunan yang terpelihara tumbuh dari sikap saling menghormati, dan persatuan yang kuat terwujud ketika seluruh elemen bangsa bergerak bersama untuk kepentingan masyarakat.
POLISI BERSAMA MASYARAKAT — MERAWAT KERUKUNAN, MEMPERKUAT PERSATUAN, MENJAGA KUTAI TIMUR TETAP AMAN DAN KONDUSIF.


















