Polres Paser Gandeng Disnakertrans dan APINDO, Perkuat Sinergi Tekan Angka Pengangguran melalui Program POLIRAN
TANAH GROGOT – Upaya memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Kabupaten Paser terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Polres Paser bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Paser resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN), Kamis (5/11/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Polres Paser, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Grogot, tersebut dipimpin langsung Kapolres Paser AKBP Sofyan, S.I.K., M.H. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk membantu masyarakat memperoleh akses pekerjaan serta meningkatkan keterampilan kerja.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar, S.STP., M.AP., Ketua APINDO Kabupaten Paser Muhammad Aditya Kaban, Wakapolres Paser Kompol Hendro Wibowo, S.H., M.H., Kabag Ops Kompol Toni Joko Purnomo, S.H., para pejabat utama Polres Paser, serta jajaran pengurus APINDO Kabupaten Paser.
Dalam sambutannya, AKBP Sofyan menegaskan bahwa Program POLIRAN merupakan salah satu program prioritas Kapolri yang mengedepankan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membantu mengurangi angka pengangguran.
Menurutnya, persoalan pengangguran memerlukan perhatian dan keterlibatan bersama karena dampaknya tidak hanya menyangkut kondisi ekonomi masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila tidak ditangani secara tepat.
“Tujuan utama POLIRAN adalah mengantisipasi potensi kerawanan sosial akibat pengangguran sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Polres Paser siap membantu melakukan pendataan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Kami berharap Disnakertrans, APINDO, dan Polres Paser dapat bersinergi dengan baik,” ungkap AKBP Sofyan.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Kepala Disnakertrans Kabupaten Paser Rizky Noviar. Ia memberikan apresiasi atas inisiatif Polres Paser dalam membangun kerja sama yang melibatkan pemerintah dan kalangan pengusaha sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser tahun 2026 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,26 persen atau sekitar 6.500 orang. Kondisi ini menjadi perhatian bersama sekaligus dasar pentingnya langkah penanganan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua APINDO Kabupaten Paser Muhammad Aditya Kaban menyambut positif pelaksanaan Program POLIRAN. Ia menyampaikan bahwa kalangan pengusaha memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan vokasi.
Menurutnya, APINDO secara rutin mengimbau perusahaan-perusahaan di Kabupaten Paser agar turut menyelenggarakan pelatihan kerja guna membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia industri dan usaha.
“Kami dari APINDO mendukung adanya program ini serta berharap ke depan program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Paser,” ujarnya.
Melalui kesepakatan tersebut, sinergi ketiga pihak diharapkan dapat diwujudkan dalam langkah konkret, mulai dari pendataan masyarakat pencari kerja, penyebarluasan informasi lowongan pekerjaan, peningkatan keterampilan melalui pelatihan vokasi, hingga mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan peluang yang tersedia di perusahaan.
Kerja sama ini sekaligus memperlihatkan bahwa peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya preventif melalui pemberdayaan dan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Dengan adanya Program POLIRAN, Polres Paser bersama Disnakertrans dan APINDO diharapkan mampu membangun kolaborasi yang berkesinambungan sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan akses informasi pekerjaan, tetapi juga kesempatan meningkatkan kompetensi dan memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
Pada akhirnya, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh pelaksanaan nyata di lapangan, konsistensi kerja sama, serta terbukanya kesempatan kerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Paser.


















