MRP Kecam Brutalitas KKB, Pilot Smart Air hingga Sekolah di Yahukimo Jadi Korban!
JAYAPURA – 24 Februari 2026,- Kekerasan terhadap warga sipil di Papua kembali memicu keprihatinan nasional. Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari unsur adat, Max Adnir Uhi, mengecam keras aksi brutal yang menimpa pilot dan kopilot Smart Air, hingga pembantaian warga di Kabupaten Yahukimo, termasuk di lingkungan sekolah.
Max menyebut pembunuhan awak pesawat sebagai kejahatan kemanusiaan yang memprihatinkan. “Korban adalah warga sipil yang sudah lama mengabdi di Tanah Papua,” tegasnya.
Selain itu, peristiwa penembakan warga sipil di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, menambah panjang daftar gangguan keamanan di pegunungan Papua. Max menegaskan, keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya TNI dan Polri.
“Sekolah adalah tempat mendidik anak-anak kita untuk membangun negeri ini. Kalau pendidikan terganggu karena rasa takut, maka masa depan Papua juga ikut terancam,” ujarnya menyoroti kekerasan di area pendidikan.
MRP menyerukan seluruh pemangku kepentingan – pemerintah daerah, DPRP, tokoh masyarakat, hingga tokoh adat – duduk bersama merumuskan langkah bersama untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas).
Tak lupa, MRP memberikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz yang bertugas mengamankan wilayah pedalaman Papua dengan medan berat dan penuh risiko.
Max menegaskan bahwa kondisi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif telah mengganggu aktivitas warga, termasuk sekolah yang terpaksa tutup karena guru dan siswa ketakutan.
“Kalau keamanan tidak terjamin, masyarakat menjadi resah. Mari kita duduk bersama dan sampaikan pesan bahwa Papua harus tetap aman dan damai,” pungkasnya.
MRP berharap seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga stabilitas demi masa depan Papua yang lebih baik.














