Menteri Ara Tambah 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Usulan Gubernur Andi Sudirman Langsung Direspons
MAKASSAR – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulsel memperoleh tambahan kuota 25.000 unit rumah subsidi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Tambahan kuota tersebut disampaikan langsung Menteri PKP Maruarar Sirait dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (18/9/2026).
Keputusan itu bahkan melampaui usulan awal Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, yang sebelumnya mengajukan tambahan kuota sebanyak 20.000 unit rumah subsidi.
“Saya senang sekali kepada Pak Gubernur karena komunikasi sangat baik. Kita kasih 25 ribu tambahan kuota untuk Sulsel,” tegas Menteri Ara.
Usulan 20 Ribu, Diberi 25 Ribu
Dalam rapat tersebut, Gubernur Andi Sudirman menyampaikan bahwa tambahan kuota rumah subsidi sangat dibutuhkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Tidak hanya masyarakat umum, Gubernur berharap program tersebut juga dapat menyasar ASN, petani hingga nelayan.
“Kami kalau bisa minta rumah subsidi tambahan 20 ribu, Pak Menteri. Kami rencana untuk ASN dan warga serta petani dan nelayan juga bisa mendapatkan rumah subsidi,” ujar Andi Sudirman.
Respons Menteri Ara menjadi perhatian karena kuota yang diberikan justru mencapai 25.000 unit, lebih tinggi dari jumlah yang diusulkan pemerintah daerah.
Kinerja Sulsel Jadi Sorotan Positif
Maruarar mengatakan keputusan tersebut diberikan setelah melihat perkembangan program rumah subsidi di Sulawesi Selatan yang dinilai berjalan baik.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang terjalin antara pemerintah daerah, Balai PKP, serta asosiasi pengembang perumahan seperti REI dan Apersi.
“Progress rumah subsidi Sulsel bagus karena komunikasi Gubernur, Balai dengan REI dan Apersi. Ini patut dicontoh Balai PKP lainnya. Kalau mau tambah kuota, kita kasih,” kata Menteri Ara.
Tambahan 25.000 unit rumah subsidi tersebut menjadi dorongan baru bagi percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat Sulsel.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi pemerintah daerah bersama pengembang, program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki rumah sekaligus memperkuat pembangunan kawasan permukiman yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
Usulan 20 ribu unit, Sulsel justru mendapat 25 ribu. Sebuah tambahan kuota yang mempertegas kuatnya komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menghadirkan hunian bagi masyarakat.


















