Polresta Balikpapan Perkuat Sinergi dengan Masyarakat, Kedepankan Dialog Kamtibmas dan Kepedulian Sosial
BALIKPAPAN – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar penegakan hukum. Komunikasi yang terbuka, pelayanan yang responsif, serta kemitraan yang kuat antara kepolisian dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Semangat tersebut diwujudkan Polresta Balikpapan melalui kegiatan Polisi Kumpul Bersama Masyarakat di Warung Kopi Nuvo, Jalan Eri Suparjan, tepat di depan Hotel Novotel, Kota Balikpapan, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WITA itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara jajaran kepolisian dan masyarakat. Sekitar 30 warga mengikuti kegiatan yang diisi dengan penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sosialisasi hukum, edukasi pencegahan narkotika, serta penyerahan bantuan sosial.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakasat Lantas, Kasi Hukum, Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas, KBO Satresnarkoba, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Bhabinkamtibmas Klandasan Ulu, serta personel Satbinmas, Humas, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan.
Perkuat Komunikasi, Bangun Kepercayaan Publik
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan tertib merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian memiliki tugas menjaga keamanan, memberikan perlindungan, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Sementara itu, partisipasi warga diperlukan untuk mendukung pencegahan gangguan keamanan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan komunikasi yang baik dengan petugas.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Balikpapan berupaya membuka ruang interaksi yang lebih dekat agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, memperoleh informasi, dan mengenal lebih jauh pelayanan kepolisian.
Dalam draf pernyataannya, AKBP Fauzan Arianto menyampaikan bahwa komunikasi yang terbuka merupakan salah satu kunci membangun kerja sama yang berkelanjutan antara Polri dan masyarakat.
“Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat bersilaturahmi, mendengarkan aspirasi warga, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat,” demikian pernyataan yang tercantum dalam draf kegiatan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun personel kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan atau membutuhkan informasi mengenai pelayanan kepolisian.
Dengan komunikasi yang cepat dan tepat, persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.
Edukasi Hukum dan Pencegahan Narkotika
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi hukum oleh Kasi Hukum Polresta Balikpapan dan KBO Satresnarkoba Polresta Balikpapan.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kesadaran hukum, kepatuhan terhadap peraturan, serta kewaspadaan terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, keluarga, dan kehidupan sosial.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan melalui peningkatan pemahaman masyarakat. Kesadaran hukum yang baik diharapkan mendorong warga untuk bertindak secara bertanggung jawab, menghindari pelanggaran, serta ikut menjaga lingkungan dari berbagai potensi gangguan keamanan.
Kehadiran personel dari sejumlah fungsi kepolisian juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami peran masing-masing satuan, mulai dari pembinaan masyarakat, pelayanan lalu lintas, penyuluhan hukum, hingga upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana.
Pendekatan ini diharapkan dapat memperjelas akses masyarakat terhadap pelayanan kepolisian sekaligus mendorong hubungan yang lebih terbuka, profesional, dan saling menghormati.
Bantuan Sosial sebagai Wujud Kepedulian
Selain dialog dan edukasi, kegiatan tersebut diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa beras kemasan seberat 5 kilogram oleh Wakapolresta Balikpapan.
Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian sosial yang menyertai upaya membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Kehadiran Polri di tengah warga diharapkan tidak hanya dirasakan melalui pelaksanaan tugas keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata.
Meski demikian, kemitraan yang kuat tetap perlu ditopang oleh pelayanan yang konsisten, keterbukaan komunikasi, profesionalisme, dan penghormatan terhadap ketentuan hukum. Unsur-unsur tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan kepolisian berjalan sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
AKBP Fauzan Arianto berharap kegiatan Polisi Kumpul Bersama Masyarakat dapat menjadi sarana mempererat hubungan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kamtibmas.
Dalam draf pernyataan penutupnya, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik dengan kepolisian, menaati hukum, dan segera menyampaikan informasi apabila terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian.
“Harapan kami, hubungan baik antara Polri dan masyarakat terus terjaga. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, menaati hukum, dan segera berkomunikasi dengan pihak kepolisian apabila ada persoalan yang membutuhkan perhatian. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan Balikpapan yang aman, tertib, dan nyaman,” demikian pernyataan dalam draf kegiatan.
Sinergi Berkelanjutan untuk Balikpapan yang Kondusif
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 10.00 WITA tersebut dilaporkan berlangsung aman dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Polresta Balikpapan menggabungkan pendekatan humanis, edukasi hukum, komunikasi langsung, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Keamanan kota tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara kepolisian, pemerintah, berbagai instansi, tokoh masyarakat, dan warga untuk mencegah gangguan keamanan serta menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis.
Pada akhirnya, keberhasilan menjaga kamtibmas bukan hanya tercermin dari penanganan gangguan keamanan, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan, memberikan pelayanan yang responsif, serta mendorong masyarakat berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab.
Dengan komunikasi yang terbuka, penegakan hukum yang profesional, dan kepedulian bersama, Polri dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat fondasi keamanan demi terwujudnya Kota Balikpapan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.



















