Polda Kaltim Uji Inovasi Penanganan Karhutla, Gandeng Universitas Mulawarman, TNI, dan Pemangku Kepentingan
BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui simulasi penggunaan Surface Active Agent bersama Universitas Mulawarman di Gedung Mahakam Polda Kaltim, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang dipimpin Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., M.H., C.F.E., CFrA, tersebut bertujuan mengevaluasi potensi teknologi alternatif untuk mendukung efektivitas pemadaman karhutla.
Simulasi ini melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), akademisi, instansi kehutanan, Basarnas, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta sektor swasta. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi, kesiapan personel, dan dukungan teknologi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.
Kapolda Kaltim hadir didampingi Wakapolda, Irwasda, para Pejabat Utama Polda Kaltim, auditor kepolisian, Karumkit Bhayangkara Tingkat II, serta jajaran pejabat operasional dari sejumlah wilayah, termasuk Polresta Kawasan IKN dan Polres Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, serta Kutai Barat.
Keterlibatan jajaran kewilayahan menjadi bagian penting dalam menyamakan langkah penanganan karhutla. Setiap daerah memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda sehingga membutuhkan pemetaan risiko, kesiapan sarana dan prasarana, serta strategi penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Perkuat Koordinasi dan Respons Penanganan
Sejumlah pejabat lintas instansi turut hadir, di antaranya Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Irjen Pol. Edgar Diponegoro, S.I.K., M.H.; Kepala BIN Daerah Kalimantan Timur Brigjen TNI Priyanto Eko Widodo, S.IP.; Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, M.Han.; serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan, S.T., S.H., M.M.
Perwakilan Kodam VI/Mulawarman, Korem 091/Aji Surya Natakesuma, OIKN, dan sejumlah perusahaan, termasuk PT Berau Coal, juga mengikuti kegiatan tersebut.
Sinergi lintas sektor diperlukan karena penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Koordinasi yang jelas antara aparat keamanan, pemerintah, akademisi, dan pihak swasta dibutuhkan untuk mempercepat pertukaran informasi, mengoptimalkan sumber daya, serta mendukung pengambilan keputusan saat kebakaran terjadi.
Selain kesiapan pemadaman, langkah pencegahan dan deteksi dini juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran meluas. Respons yang cepat harus disertai perencanaan yang matang, penempatan personel yang tepat, serta penerapan prosedur keselamatan dalam setiap tahapan operasi.
Efektivitas Teknologi Harus Teruji
Dalam simulasi tersebut, penggunaan Surface Active Agent menjadi salah satu alternatif yang dievaluasi untuk mendukung penanganan karhutla. Melalui kerja sama dengan Universitas Mulawarman, Polda Kaltim mendorong keterlibatan akademisi dalam menilai potensi pemanfaatan teknologi berdasarkan kebutuhan operasional di lapangan.
Namun, efektivitas teknologi tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pengujian dan evaluasi yang objektif. Penilaian mencakup kemampuan mendukung pemadaman, kesesuaian dengan kondisi lokasi kebakaran, keselamatan personel dan masyarakat, serta potensi dampaknya terhadap lingkungan.
Aspek tersebut penting agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kecepatan pemadaman, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan perlindungan ekosistem. Hasil evaluasi harus menjadi dasar sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas.
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim memperkuat komitmen membangun penanganan karhutla yang terkoordinasi, responsif, dan berbasis evaluasi ilmiah. Sinergi bersama TNI, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu meningkatkan kesiapan menghadapi kebakaran, meminimalkan dampak terhadap masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur.


















