BKSAP DPR RI Terima Aspirasi soal Konser Andrea Bocelli, Desakan Pembatalan Menguat atas Isu Palestina
JAKARTA – Aspirasi terkait perjuangan kemerdekaan Palestina kembali mengemuka di parlemen. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima audiensi Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine (APCQP) yang menyampaikan keberatan terhadap rencana penyelenggaraan konser penyanyi internasional Andrea Bocelli di Indonesia. Pertemuan berlangsung di Ruang Diplomasi BKSAP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi kelompok masyarakat sipil dan pegiat kemanusiaan untuk menyuarakan sikap mereka terkait konflik Palestina serta meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana penyelenggaraan konser tersebut berdasarkan aspirasi publik dan nilai-nilai kemanusiaan.
Anggota DPR RI sekaligus inisiator World Peace Parliamentary Caucus (WPPC), Mardani Ali Sera, mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI), elemen masyarakat sipil, dan para pendukung kemerdekaan Palestina yang memilih menyampaikan aspirasi melalui jalur konstitusional di DPR RI.
“Kami mengapresiasi MUI, civil society, para pejuang kemanusiaan, dan para pendukung kemerdekaan Palestina yang datang ke DPR RI untuk menyampaikan aspirasi terkait keinginan pembatalan konser Andrea Bocelli,” ujar Mardani kepada Parlementaria seusai pertemuan.
Menurut Mardani, keberatan yang disampaikan masyarakat berangkat dari informasi mengenai dugaan keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk Friends of Israel Defense Forces pada 2010. Informasi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya desakan agar pemerintah dan pihak terkait mengevaluasi kembali rencana konser di Indonesia.
Mardani menegaskan, aspirasi masyarakat patut didengar secara serius, terlebih Indonesia secara konsisten menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Ia menilai, komitmen tersebut perlu tercermin dalam sikap yang mempertimbangkan suara publik, prinsip kemanusiaan, serta arah politik luar negeri Indonesia.
“Pemerintah beserta seluruh jajarannya perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Kita tahu pemerintah kita, Presiden kita, sangat mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya.
Lebih lanjut, Mardani berpandangan bahwa dugaan dukungan seorang figur publik terhadap pihak yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dapat menjadi bahan evaluasi. Ia bahkan mendorong agar konser tersebut dibatalkan atau Andrea Bocelli memberikan penjelasan terbuka mengenai sikapnya terhadap konflik Palestina.
“Kalau ada artis yang mendukung Israel, Zionis, bahkan angkatan bersenjatanya yang melakukan genosida, itu sangat bertentangan dengan konstitusi. Sebaiknya dibatalkan, atau setidaknya ada pernyataan dari Andrea Bocelli bahwa dirinya menyesal dan tidak mendukung tindakan tersebut,” tegas politisi Fraksi PKS itu.
Aspirasi Publik dan Prinsip Kemanusiaan
Persoalan ini menempatkan pemerintah dan pihak penyelenggara pada tuntutan untuk mencermati aspirasi masyarakat secara proporsional. Di satu sisi, kebebasan berekspresi dan penyelenggaraan kegiatan seni perlu dihormati sesuai ketentuan hukum. Di sisi lain, kepekaan terhadap isu kemanusiaan dan penderitaan warga sipil Palestina juga menjadi perhatian yang disuarakan para peserta audiensi.
Dugaan keterlibatan Andrea Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana tersebut tetap perlu diverifikasi melalui sumber independen. Informasi itu tidak dengan sendirinya membuktikan dukungan pribadi terhadap setiap tindakan militer Israel maupun menjadi dasar untuk menarik kesimpulan tanpa klarifikasi.
Audiensi ini sekaligus menegaskan fungsi BKSAP DPR RI sebagai ruang diplomasi parlemen untuk menyerap aspirasi masyarakat mengenai persoalan internasional. Dialog tersebut diharapkan memperkuat komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia, penghormatan hak asasi manusia, dan perjuangan mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui langkah-langkah yang bertanggung jawab dan berlandaskan hukum.
MEDIA KABAR PENCARI KEADILAN KPK


















