PENUH KHIDMAT DAN KEHORMATAN, KAPOLDA KALTIM PIMPIN WISUDA PURNABAKTI 2026 — DEDIKASI BHAYANGKARA ABADI SEPANJANG MASA
BALIKPAPAN, 29 Oktober 2026 – Ada pengabdian yang tidak pernah benar-benar berakhir, meski masa kedinasan telah sampai di penghujung perjalanan. Seragam boleh dilepas, jabatan boleh ditinggalkan, tetapi kehormatan, loyalitas, dan jiwa pengabdian akan tetap hidup sebagai bagian dari perjalanan panjang seorang Bhayangkara.
Semangat itulah yang mewarnai Tradisi Wisuda Purnabakti Tahun Anggaran 2026 di Markas Polda Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026). Dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., M.H., C.F.E., CFrA., kegiatan tersebut menjadi momentum penuh makna untuk memberikan penghormatan kepada personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN) yang telah menuntaskan masa tugas aktifnya.
Hadir dalam prosesi tersebut Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M., Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim, serta jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim. Kehadiran para pimpinan dan keluarga besar Bhayangkara menegaskan bahwa setiap perjalanan pengabdian memiliki arti dan layak mendapatkan penghormatan.
Penghormatan atas Pengabdian, Apresiasi bagi Dedikasi
Wisuda purnabakti bukan sekadar seremoni pelepasan. Di dalamnya terkandung penghargaan atas perjalanan panjang yang dijalani dengan tanggung jawab, kedisiplinan, loyalitas, serta komitmen dalam melaksanakan tugas demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Setiap personel memiliki kisah pengabdian tersendiri. Ada tanggung jawab yang ditunaikan, tantangan yang dihadapi, serta pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan institusi. Seluruhnya membentuk warisan nilai yang patut dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa memasuki masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang tetap terbuka bagi karya, kontribusi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Seragam memang tidak lagi dikenakan setiap hari, namun jiwa Bhayangkara, semangat melayani, serta nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya harus tetap hidup dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Irjen Pol. Endar Priantoro.
Pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa kehormatan seorang Bhayangkara tidak semata-mata ditentukan oleh pangkat, jabatan, atau seragam yang dikenakan. Lebih dari itu, kehormatan tercermin dari integritas, keteladanan, serta konsistensi dalam menjunjung nilai-nilai pengabdian di setiap tahap kehidupan.
Purnabakti Bukan Akhir, Keteladanan Tetap Menjadi Warisan
Kapolda Kaltim juga menekankan bahwa pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan para purnabakti merupakan aset berharga bagi institusi Polri maupun lingkungan masyarakat. Pengalaman selama bertugas diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi personel aktif dalam menjaga profesionalisme, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, hubungan kekeluargaan antara personel yang masih aktif dan para purnabakti diharapkan tetap terpelihara. Ikatan yang terbangun selama masa kedinasan hendaknya terus menjadi fondasi kebersamaan, memperkuat persatuan, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kalimantan Timur.
“Pengalaman dan keteladanan para purnawirawan merupakan aset berharga bagi institusi maupun masyarakat. Kami berharap sinergi antara personel aktif dan para purnawirawan terus terjalin dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan di Kaltim,” ujarnya.
Harapan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keluarga besar Bhayangkara tidak hanya disatukan oleh tugas dan tanggung jawab kedinasan, tetapi juga oleh ikatan persaudaraan, nilai perjuangan, dan semangat pengabdian yang tetap relevan sepanjang masa.
Menjaga Kehormatan, Meneruskan Nilai Pengabdian
Melalui Tradisi Wisuda Purnabakti 2026, Polda Kaltim memberikan penghormatan kepada para personel yang telah menuntaskan masa pengabdiannya sekaligus meneguhkan pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur institusi.
Pengabdian yang telah ditunaikan menjadi bagian dari perjalanan Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memberikan pelayanan kepada bangsa dan negara. Sementara itu, keteladanan yang diwariskan diharapkan terus menjadi pijakan bagi generasi penerus untuk melangkah dengan integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab.
Pada akhirnya, purnabakti bukanlah garis akhir dari sebuah pengabdian. Ia merupakan penanda bahwa satu babak telah dituntaskan dengan kehormatan, sementara kesempatan untuk terus memberi manfaat tetap terbuka.
Sebab, seragam memiliki masa tugas, jabatan memiliki batas waktu, tetapi kehormatan dan keteladanan seorang Bhayangkara akan selalu hidup dalam jejak pengabdiannya.




















