DPR RI Desak Kesiapan Transportasi Nataru Dimatangkan Sejak Dini, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas
BALI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, meminta seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi darat, laut, dan udara mempersiapkan pelayanan serta infrastruktur secara matang sejak dini menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Menurutnya, kesiapan transportasi tidak boleh dilakukan secara mendadak atau hanya menjadi perhatian ketika mendekati puncak arus libur. Perencanaan yang terukur, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan jauh sebelum momentum tersebut tiba.
Penegasan itu disampaikan Ridwan Bae seusai memimpin kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).
Ia menilai, langkah antisipasi sejak awal menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus meminimalkan risiko gangguan perjalanan maupun kecelakaan selama periode libur panjang.
“Jangan hanya menjelang Natal dan Tahun Baru saja, tetapi persiapannya harus dilakukan jauh sebelum itu,” ujarnya.
Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menegaskan, kesiapan transportasi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Hal itu tidak hanya berlaku pada perayaan Natal dan Tahun Baru, tetapi juga pada hari besar keagamaan dan hari libur nasional lainnya.
Karena itu, seluruh penyelenggara transportasi harus memastikan pelayanan berjalan optimal, baik pada moda darat, laut, maupun udara. Aspek keselamatan, kelayakan sarana angkutan, kesiapan infrastruktur, serta kualitas pelayanan kepada pengguna jasa harus menjadi perhatian utama.
“Ketika Natal dan Tahun Baru tiba, maupun hari-hari besar Islam dan hari besar nasional lainnya, tidak boleh lagi terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Ridwan Bae juga mengingatkan bahwa pelayanan transportasi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Anggaran negara yang bersumber dari pajak harus dikelola secara optimal dan memberikan manfaat nyata, termasuk melalui penyediaan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan.
“Masyarakat telah membayar pajak kepada pemerintah untuk dikelola dengan baik. Setelah dikelola, pemerintah harus memastikan bagaimana masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa ada hambatan dan korban,” ungkapnya.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara itu berharap seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi dan tidak mengabaikan potensi persoalan di lapangan. Evaluasi kesiapan infrastruktur, kapasitas angkutan, sistem pengamanan, hingga mekanisme penanganan keadaan darurat perlu dilakukan secara serius.
Ia menekankan, keberhasilan penyelenggaraan transportasi selama Nataru tidak semata-mata diukur dari kelancaran arus penumpang, tetapi juga dari kemampuan negara menjamin keselamatan masyarakat.
“Kita meminta seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian terhadap kesiapan transportasi darat, laut, dan udara. Jangan sampai masyarakat yang sudah memenuhi kewajibannya justru menghadapi hambatan atau menjadi korban karena persiapan yang tidak maksimal,” tutupnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memastikan pelayanan transportasi publik berjalan secara profesional dan bertanggung jawab. Persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu menciptakan perjalanan masyarakat yang lebih aman, tertib, lancar, dan nyaman selama Natal dan Tahun Baru.



















