Jumat Keliling, Polresta Balikpapan Dekatkan Pelayanan dengan Masyarakat, Aspirasi Warga Jadi Perhatian
BALIKPAPAN – Komitmen membangun kedekatan dengan masyarakat terus diperkuat Polresta Balikpapan melalui kegiatan Jumat Keliling (Jumling). Tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi terbuka bagi kepolisian untuk mendengar langsung aspirasi, memahami persoalan, sekaligus menyerap berbagai masukan masyarakat terkait keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Mikrojul Mukmini, Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, Jumat (30/10/2026), dipimpin Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat utama dan personel Polresta Balikpapan.
Kehadiran jajaran kepolisian tersebut merupakan bagian dari implementasi program Polisi Bersama Masyarakat, sekaligus upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan warga melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan responsif.
Diawali dengan salat Jumat berjemaah, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan dialog bersama pengurus masjid, ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para jemaah. Dalam suasana penuh keakraban, Wakapolresta membuka ruang rembuk kamtibmas agar masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Sejumlah aspirasi disampaikan warga, mulai dari kenakalan remaja, parkir liar, potensi peredaran narkoba, hingga kebisingan lalu lintas akibat kendaraan berat yang melintas di kawasan permukiman. Persoalan kebisingan tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang jalur lalu lintas kendaraan berat.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan perhatian Polresta Balikpapan untuk dikaji dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kebutuhan penanganan di lapangan. Melalui komunikasi langsung seperti ini, kepolisian berupaya memastikan bahwa persoalan masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga memperoleh perhatian dan respons yang tepat.
Dalam kesempatan itu, AKBP Fauzan Arianto mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, ketua RT, dan pengurus masjid, untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online, dan pergaulan yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, menjaga generasi muda bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial. Pengawasan, perhatian, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai perilaku menyimpang.
Wakapolresta juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan Polisi 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian, menemukan tindak kejahatan, mengalami atau mengetahui kecelakaan lalu lintas, maupun menghadapi situasi darurat lainnya. Masyarakat juga dapat mendatangi Pos Pamapta terdekat untuk memperoleh pelayanan kepolisian.
Sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026, ia turut mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas dengan menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen kendaraan, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, lanjutnya, bukan sekadar untuk menghindari pelanggaran, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Sebagai wujud kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Wakapolresta Balikpapan juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an dan tali asih kepada perwakilan pengurus masjid. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan moral, dan perekat kebersamaan masyarakat.
Dalam keterangannya, AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa kegiatan Jumat Keliling merupakan program Kapolresta Balikpapan KBP Jerrold HY Kumontoy, S.I.K., M.Si., yang diarahkan untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Jumat Keliling ini bukan hanya tentang melaksanakan salat Jumat bersama, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung apa yang dirasakan dan menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari persoalan kamtibmas, anak-anak sekolah, hingga kebisingan kendaraan berat di kawasan permukiman, tentu menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepolisian harus mampu membangun hubungan yang dekat dan terbuka dengan masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam mendengarkan keluhan, memberikan pelayanan, serta membangun solusi bersama atas persoalan yang dihadapi warga.
“Keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian sendiri. Dibutuhkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Kami berharap warga tidak ragu menyampaikan informasi maupun aspirasi agar setiap persoalan dapat ditangani sesuai ketentuan dan kewenangan yang ada,” ungkapnya.
Terkait bantuan Al-Qur’an, ia berharap dapat memberikan manfaat bagi jemaah dan pengurus masjid serta menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang turut berkontribusi.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Kehadiran Wakapolresta bersama jajaran mendapat sambutan hangat dari pengurus masjid dan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui Jumat Keliling, Polresta Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus membangun pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap kritik dan masukan, serta responsif terhadap berbagai persoalan di lingkungan warga.
Sebab, menjaga keamanan bukan hanya tentang kehadiran aparat, melainkan juga tentang membangun kepercayaan, menumbuhkan kepedulian, dan memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.



















