Reformasi Polri Kian Solid, Kinerja Profesional Semakin Dirasakan Publik
JAKARTA – Upaya reformasi internal yang dijalankan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan progres yang konsisten dan terukur.
Pembenahan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dinilai berhasil mendorong peningkatan kualitas kinerja institusi kepolisian yang semakin profesional dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Jumat (17/4/2026).
Transformasi menuju konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) menjadi landasan strategis dalam memperkuat reformasi kelembagaan.
Implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan akuntabilitas, serta konsistensi dalam penegakan hukum yang berkeadilan.
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai bahwa kinerja Polri saat ini menunjukkan tren yang semakin positif dan layak diapresiasi.
“Reformasi internal Polri telah menunjukkan hasil yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal ini mencerminkan komitmen kuat seluruh jajaran dalam melakukan pembenahan berkelanjutan,” ujarnya.
Capaian kinerja Polri pada tahun 2025 yang mencapai 91,54 persen menjadi indikator penting atas keberhasilan reformasi tersebut. Meskipun demikian, Fernando menekankan pentingnya menjaga momentum perbaikan agar institusi tidak berpuas diri.
“Capaian ini harus menjadi dasar untuk terus meningkatkan kualitas kinerja melalui inovasi dan penguatan profesionalisme, sehingga kepercayaan publik dapat terus terjaga,” tambahnya.
Dalam aspek penegakan hukum, Polri dinilai mampu menunjukkan kinerja yang konkret dan konsisten. Upaya pemberantasan narkotika menjadi salah satu fokus utama, ditandai dengan pengungkapan sejumlah kasus besar beserta penyitaan barang bukti dalam jumlah signifikan.
Selain itu, penindakan terhadap 845 kasus perjudian, baik konvensional maupun berbasis digital, mencerminkan keseriusan Polri dalam menjaga ketertiban sosial di tengah dinamika perkembangan teknologi.
Langkah tegas juga terlihat dalam pengungkapan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), sebagai bagian dari upaya melindungi kepentingan negara serta menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa Polri terus bekerja secara profesional dengan hasil yang terukur dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkap Fernando.
Ia berharap Polri dapat terus mempertahankan konsistensi reformasi internal serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna memperkuat peran sebagai institusi yang modern, profesional, dan terpercaya.
“Penguatan Polri sebagai institusi yang tangguh dan berintegritas merupakan bagian penting dalam mewujudkan stabilitas nasional dan pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.














