HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres PPU Perkuat Kepedulian dan Sinergitas TNI-Polri Lewat Donor Darah
PENAJAM PASER UTARA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum bagi jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Penajam Paser Utara (PPU) untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan keselamatan di jalan raya, semangat pengabdian juga diwujudkan dalam aksi kemanusiaan melalui kegiatan bakti kesehatan donor darah, Senin (14/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menggandeng RSUD Putri Aji Botung Penajam sebagai mitra pelaksana. Dukungan tenaga medis memastikan seluruh tahapan donor darah dilaksanakan secara tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur kesehatan yang berlaku.
Aksi kemanusiaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat sinergitas TNI dan Polri. Sejumlah personel TNI turut hadir dan berpartisipasi dalam donor darah bersama personel Polri.
Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa soliditas TNI-Polri tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Semangat kepedulian juga diperlihatkan Bhayangkari Satlantas Polres PPU yang turut mengambil bagian dalam kegiatan donor darah. Partisipasi tersebut menjadi gambaran bahwa nilai pengabdian dan kepedulian sosial juga tumbuh di lingkungan keluarga besar Polri.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Kasat Lantas AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata jajaran Polantas terhadap sesama.
“Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini dapat membantu memenuhi ketersediaan stok darah dan memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Menurutnya, pengabdian Polantas tidak semata-mata berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, maupun menjaga keselamatan para pengguna jalan. Kehadiran Polri juga diharapkan dapat dirasakan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan antara TNI, Polri, Bhayangkari, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya. Mereka hadir dengan tujuan yang sama, yakni memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui aksi sederhana yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi.
Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial. Bagi seseorang yang tengah membutuhkan transfusi, satu kantong darah dapat memiliki arti yang sangat besar, bahkan menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan kehidupan.
Karena itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai cara. Kepedulian yang diberikan secara sukarela mungkin terlihat sederhana, namun manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan.
Peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 pun tidak berhenti pada seremoni. Satlantas Polres PPU menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pelayanan, kepedulian sosial, serta sinergitas lintas institusi.
Melalui semangat “Polantas Presisi untuk Negeri”, Satlantas Polres PPU terus berupaya menghadirkan sosok Polantas yang tidak hanya hadir di jalan raya, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, perlindungan, pelayanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui kerja nyata—dari menjaga keselamatan di jalan hingga ikut hadir dalam aksi kemanusiaan.
Dengan demikian, peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pengabdian Polantas bukan hanya tentang mengatur perjalanan masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran Polri mampu memberikan arti bagi kehidupan sesama.


















