Polresta Balikpapan Perkuat Pengamanan Aspirasi dan Literasi Informasi di Era Digital
BALIKPAPAN, 29 September 2026 – Polresta Balikpapan memperkuat kesiapan dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus menghadapi ancaman disinformasi di ruang digital. Penguatan tersebut dilakukan melalui Dialog Publik yang digelar Divisi Humas Mabes Polri secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran kepolisian dari seluruh Indonesia.
Dialog publik mengangkat tema “Mengawal Aspirasi, Menangkal Disinformasi, dan Penguatan Literasi Informasi dalam Mewujudkan Penyampaian Pendapat di Muka Umum yang Aman dan Demokratis.”
Di Polresta Balikpapan, kegiatan berlangsung di Command Center 110 Polresta Balikpapan dan diikuti jajaran yang mewakili Kapolresta Balikpapan KBP Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si., di antaranya Kasat Samapta, Kasat Binmas, Kasi Humas serta personel pendukung pengendalian massa.
Dialog nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang kepolisian, komunikasi digital dan komunikasi publik. Materi yang disampaikan mencakup pengamanan penyampaian pendapat, strategi menghadapi disinformasi serta teknik komunikasi dan negosiasi dalam situasi yang berpotensi menimbulkan konflik.
Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. Mohhamad Ngajib, S.I.K., M.H., menekankan bahwa pengamanan aksi penyampaian pendapat harus mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan profesional.
Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat. Karena itu, kehadiran aparat bukan semata-mata untuk mengamankan situasi, tetapi juga memastikan hak tersebut dapat berlangsung secara tertib, aman dan bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, tantangan pengamanan juga semakin kompleks. Disinformasi, hoaks dan provokasi yang beredar melalui media sosial berpotensi memengaruhi persepsi publik bahkan memperkeruh situasi di lapangan.
Karena itu, penguatan literasi informasi menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat didorong untuk lebih kritis dalam menerima informasi, melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan suatu informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, materi mengenai public speaking, negosiasi dan de-eskalasi konflik memberikan penguatan bagi personel dalam membangun komunikasi yang efektif ketika menghadapi massa aksi.
Kemampuan mengelola komunikasi secara tenang dan terukur menjadi salah satu unsur penting dalam mencegah kesalahpahaman serta mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi konflik.
Dalam sesi dialog interaktif, Polresta Balikpapan turut menyampaikan pandangan terkait pola pengamanan dan pelayanan dalam menghadapi penyampaian aspirasi masyarakat di wilayah Balikpapan yang memiliki karakteristik masyarakat heterogen serta berada di kawasan penyangga IKN.
Kapolresta Balikpapan melalui Kasat Samapta menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat penting dan relevan. Kami di Polresta Balikpapan berkomitmen untuk terus mengedepankan pengamanan yang humanis dalam setiap pengawalan aspirasi masyarakat. Kami juga akan gencar melakukan literasi informasi untuk menangkal disinformasi agar penyampaian pendapat di muka umum di Kota Balikpapan selalu aman, damai dan demokratis.”
Dialog publik tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi dan memperkuat kapasitas personel Polri dalam menghadapi dinamika masyarakat yang semakin kompleks.
Bagi Polresta Balikpapan, menjaga keamanan dan menjaga ruang demokrasi merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Aspirasi masyarakat tetap mendapat ruang, sementara potensi gangguan keamanan, provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan diantisipasi melalui langkah yang profesional, terukur dan mengedepankan komunikasi.
Dengan penguatan tersebut, diharapkan penyampaian pendapat di muka umum di Kota Balikpapan dapat berlangsung secara aman, tertib, damai dan demokratis, sekaligus tetap menjunjung kepentingan masyarakat dan ketertiban umum.
KAWAL ASPIRASI, TANGKAL DISINFORMASI, PERKUAT LITERASI, JAGA DEMOKRASI.




















