17 SD Ikuti Polisi Cilik di PPU, Belajar Disiplin dan Keselamatan Lewat Cara yang Menyenangkan
PENAJAM PASER UTARA – Seragam kecil berwarna khas kepolisian memenuhi Gedung Graha Pemuda Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (17/9/2026).
Di balik seragam itu, puluhan anak dari 17 Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Penajam Paser Utara tampil penuh semangat dalam Lomba Polisi Cilik yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres PPU.
Ada yang tampak serius memusatkan perhatian, ada pula yang sesekali tersenyum di tengah ketegangan menunggu giliran tampil. Namun, satu hal terlihat jelas: mereka datang bukan hanya untuk berlomba, tetapi juga untuk belajar.
Lomba Polisi Cilik tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Polisi Lalu Lintas ke-71 Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu cara Satlantas Polres PPU mengenalkan pentingnya tertib dan keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia mereka.
Sejak pagi, para peserta bersama guru pendamping telah mempersiapkan diri. Ketika tiba giliran tampil, mereka berusaha menunjukkan gerakan terbaik, mengikuti setiap instruksi, menjaga kekompakan, serta memperlihatkan pemahaman mengenai aturan lalu lintas.
Bagi orang dewasa, hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak, mengikuti aba-aba, berdiri dalam barisan, bergerak secara serempak dan tetap percaya diri di hadapan banyak orang merupakan proses belajar yang tidak kecil.
Dari sana, nilai disiplin dan tanggung jawab mulai dibentuk.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., mengatakan pendidikan keselamatan berlalu lintas memang sebaiknya diperkenalkan sejak anak-anak.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini. Melalui Polisi Cilik, anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus membangun karakter positif,” ujar AKBP Andreas.
Menurutnya, keselamatan di jalan tidak cukup hanya diajarkan melalui aturan. Anak-anak juga perlu dibiasakan untuk memahami bahwa setiap tindakan di jalan memiliki konsekuensi, baik bagi dirinya maupun orang lain.
Karena itu, peran kepolisian perlu berjalan beriringan dengan sekolah dan keluarga.
“Kami berharap para Polisi Cilik tidak hanya tampil baik dalam perlombaan, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi teman-temannya. Mulai dari hal sederhana seperti disiplin, mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan memahami pentingnya menjaga keselamatan diri maupun orang lain,” lanjutnya.
Pesan tersebut terasa relevan dengan apa yang berlangsung di arena perlombaan. Anak-anak belajar bahwa menjadi Polisi Cilik bukan hanya soal seragam dan penampilan, tetapi juga tentang sikap.
Mereka belajar mendengarkan, bekerja sama, menaati aturan, menghargai teman, dan berani tampil.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya, tim juri kemudian menetapkan hasil perlombaan.
SDN 013 Penajam keluar sebagai Juara 1, sementara SDN 009 Penajam meraih Juara 2 dan SDN 016 Penajam berada di posisi Juara 3.
Untuk kategori juara harapan, SDIT Nurul Hikmah meraih Juara Harapan 1, SDN 028 Penajam sebagai Juara Harapan 2, dan SDN 005 Waru meraih Juara Harapan 3.
Bagi mereka yang membawa pulang piala, kemenangan tentu menjadi kebanggaan. Namun bagi peserta lainnya, pengalaman berdiri di tengah arena dan menyelesaikan seluruh rangkaian lomba juga merupakan pencapaian tersendiri.
Kapolres PPU pun mengingatkan agar seluruh peserta tidak melihat hasil perlombaan sebagai akhir dari perjalanan.
“Selamat kepada para pemenang. Namun bagi seluruh peserta, jangan berkecil hati. Keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Teruslah belajar, berlatih, disiplin dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” pesan AKBP Andreas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres PPU Kompol Roganda, S.H., Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropiyani, S.H., Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H., jajaran pejabat utama Polres PPU, kepala sekolah, guru pendamping, personel Satlantas, serta para peserta Polisi Cilik.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres PPU berupaya membawa pesan keselamatan lalu lintas lebih dekat kepada anak-anak. Bukan dengan cara yang menakutkan, melainkan melalui pengalaman yang menyenangkan, kebersamaan, dan keteladanan.
Sebab, budaya tertib di jalan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Ia bisa tumbuh dari seorang anak yang belajar menunggu giliran, mengikuti aturan, menghormati orang lain, dan memahami bahwa keselamatan bukan hanya tentang dirinya sendiri.
Dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah, harapannya, lahir generasi yang semakin sadar bahwa tertib berlalu lintas merupakan bagian dari cara menjaga diri, menjaga sesama, dan menghargai kehidupan.



















