Upacara 17-an di Seskoal: Teguhkan Disiplin, Perkuat Nasionalisme, dan Mantapkan Profesionalisme Prajurit TNI
JAKARTA SELATAN — Penegakan disiplin, penguatan jiwa nasionalisme, dan peningkatan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam membentuk prajurit TNI yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi setiap tantangan tugas. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Upacara Bendera 17-an yang diikuti prajurit dan personel Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Lapangan Apel Laut Jawa Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).
Upacara dipimpin Kepala Departemen Manajemen (Kadepjemen) Seskoal, Kolonel Laut (T) Mardiyanto, selaku Inspektur Upacara (Irup), dengan Mayor Laut (T) Heriyawan sebagai Komandan Upacara (Danup).
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan oleh Kadepjemen Seskoal, disampaikan apresiasi Presiden Republik Indonesia kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI atas terselenggaranya peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026.
Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan negara dan masyarakat harus dijawab melalui kinerja nyata, kedisiplinan yang konsisten, serta pengabdian yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara. Setiap prajurit dituntut terus melakukan evaluasi diri, meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, dan menjaga kehormatan institusi TNI.
Panglima TNI juga menekankan bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban formal, melainkan prinsip dasar yang harus melekat dalam sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas setiap prajurit. Profesionalisme harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, ketegasan dalam menjalankan tanggung jawab, serta integritas dalam setiap pengambilan keputusan.
Setiap personel dituntut memahami tugas dan tanggung jawabnya, menjaga loyalitas sesuai ketentuan, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai kehormatan dan kepercayaan terhadap institusi. Disiplin yang kuat harus berjalan seiring dengan kesadaran hukum, etika, dan tanggung jawab sebagai aparat pertahanan negara.
Di tengah dinamika ancaman global yang semakin kompleks, kesiapsiagaan operasional juga harus terus diperkuat. Soliditas antarmatra, koordinasi yang efektif, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan menjadi unsur penting dalam menjaga kesiapan TNI menghadapi berbagai tantangan strategis.
Prajurit TNI dituntut tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga adaptif, profesional, serta mampu menjalankan tugas berdasarkan standar kemampuan dan ketentuan yang berlaku. Penguatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan modernisasi pertahanan dan peningkatan kemampuan operasional.
Bagi Seskoal, momentum Upacara Bendera 17-an menjadi pengingat pentingnya membangun karakter prajurit yang disiplin, berwawasan kebangsaan, dan memiliki komitmen kuat terhadap tugas pengabdian. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, kedinasan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, seluruh personel diharapkan semakin memperkuat tekad untuk menjaga kehormatan prajurit, meningkatkan kesiapan tugas, serta memelihara soliditas demi mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut dan TNI secara keseluruhan.
Disiplin adalah kehormatan, integritas adalah landasan pengabdian, dan profesionalisme adalah tuntutan setiap prajurit. Dengan semangat nasionalisme dan tanggung jawab yang teguh, TNI terus memperkuat kesiapan dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.




















