Polda Kaltim Perkuat Sinergi dengan Tokoh Agama, Teguhkan Integritas dan Toleransi
BALIKPAPAN – Polda Kalimantan Timur terus memperkuat sinergi dengan tokoh agama dalam menjaga kerukunan, menanamkan nilai-nilai moral, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan silaturahmi Uskup OCI TNI-Polri, Prof. Dr. Ignatius Kardinal Suharyo, beserta rombongan di Polda Kaltim, Rabu (21/10/2026).
Kedatangan rombongan disambut oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, S.Sos., S.I.K., M.Krim. Pertemuan ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat nilai keimanan, integritas, toleransi, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ignatius Kardinal Suharyo menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam membentuk karakter, menjaga integritas, dan membangun keteladanan. Prinsip tersebut dinilai relevan bagi setiap personel Polri yang mengemban amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Amanah, menurut pesan yang disampaikan dalam silaturahmi tersebut, harus dijalankan dengan ketulusan hati, tanggung jawab, serta kesadaran moral. Nilai-nilai itu perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam memberikan pelayanan yang humanis, adil, dan menghormati martabat setiap warga.
Integritas tidak semestinya berhenti sebagai slogan, melainkan harus tercermin dalam perilaku dan keputusan sehari-hari. Keteladanan personel menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan publik, sekaligus memperkuat hubungan yang sehat antara kepolisian dan masyarakat.
Selain persoalan integritas, pesan mengenai pentingnya toleransi dan persaudaraan juga menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut. Di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial, sikap saling menghormati merupakan fondasi untuk menjaga persatuan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Hubungan yang erat antara kepolisian dan tokoh agama memiliki nilai strategis dalam memelihara kerukunan. Komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Silaturahmi ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai moral, meningkatkan kualitas pengabdian, serta merawat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Kaltim menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas yang profesional, berintegritas, humanis, dan bertanggung jawab. Kepercayaan masyarakat perlu dijaga melalui pelayanan yang nyata, sikap yang adil, serta penghormatan terhadap keberagaman.
Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin rukun, aman, dan kondusif di Kalimantan Timur. Sebab, keamanan yang berkelanjutan tidak hanya ditopang oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh integritas, kepedulian, toleransi, dan kepercayaan yang tumbuh di tengah masyarakat.




















