Wujud Kepedulian dan Perhatian Polri, Korban Kecelakaan Ojek Online di Blok M Mendapat Pendampingan Medis
JAKARTA – Kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah menjadi bagian penting dari pengabdian Polri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan jajaran Pusdokkes Polri bersama Ditlantas Polda Metro Jaya kepada seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Blok M, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar bentuk perhatian, melainkan juga wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan dukungan moril, pendampingan kepada keluarga, serta memastikan kebutuhan penanganan medis korban memperoleh perhatian sebagaimana mestinya.
Di tengah situasi sulit yang dihadapi korban dan keluarganya, kehadiran jajaran Polri diharapkan dapat memberikan kekuatan, menumbuhkan rasa tenang, serta menunjukkan bahwa masyarakat yang mengalami musibah tidak dibiarkan menghadapi keadaan tersebut sendirian.
Melalui Karumkit Tk. I Pusdokkes Polri bersama jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya, Polri memberikan perhatian terhadap perkembangan kondisi korban sekaligus mengupayakan dukungan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis. Pendampingan tersebut mencerminkan pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas, tetapi juga mengedepankan empati, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., melalui jajaran terkait, menegaskan komitmen Polri untuk membantu memastikan korban memperoleh penanganan medis yang diperlukan hingga proses pemulihan berjalan optimal.
Sebagai bagian dari upaya mendukung kelanjutan perawatan, Karumkit Tk. I Pusdokkes Polri merekomendasikan agar korban dapat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto atau RS Polri Kramat Jati apabila kondisi klinisnya telah memungkinkan. Rekomendasi tersebut tetap mengacu pada pertimbangan medis dan kebutuhan perawatan korban.
Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Polri dalam situasi kemanusiaan harus tercermin melalui tindakan nyata, perhatian yang tulus, serta kesungguhan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta menegakkan hukum, tetapi juga untuk memberikan kepedulian dan bantuan kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan dan keluarga memperoleh pendampingan selama proses pemulihan,” ujar Kadivhumas Polri.
Ia menegaskan, pelayanan yang humanis harus diwujudkan melalui kepekaan terhadap kondisi masyarakat, respons yang tepat, serta perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan mereka, khususnya ketika menghadapi keadaan yang tidak mudah.
“Harapan kami, korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas. Ini merupakan wujud komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan empati, kepedulian, dan semangat kemanusiaan,” tutupnya.
Kunjungan tersebut menjadi cerminan bahwa makna pengabdian Polri tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui perhatian kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Kepedulian yang diwujudkan melalui pendampingan dan dukungan nyata merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Dengan mengedepankan profesionalisme, empati, dan tanggung jawab, Polri terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berwibawa sekaligus humanis. Sebab, di balik setiap tugas kepolisian, terdapat tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir, memberikan perhatian, dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.




















