Polresta Kawasan IKN Bergerak Cepat, Lima Titik Karhutla Dipadamkan, Penyebab Masih Diselidiki
PENAJAM PASER UTARA/IKN – Polresta Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan respons cepat dan tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di dua lokasi berbeda, Sabtu (12/9/2026).
Dalam penanganan tersebut, lima titik api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara maupun sumber api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Langkah cepat ini menjadi bukti kesiapsiagaan Polri dalam merespons setiap informasi terkait hotspot dan Karhutla, sekaligus memastikan kebakaran tidak berkembang dan meluas ke kawasan lainnya.
Peristiwa pertama terpantau sekitar pukul 09.00 WITA di wilayah Desa Suko Mulyo, Bukit Tengkorak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Setelah menerima informasi adanya hotspot, personel Polresta Kawasan IKN langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 09.30 WITA.
Sebanyak 10 personel Bintara yang dipimpin IPDA Jumansyah, S.H., bersama personel Damkar Otorita IKN langsung melakukan penanganan terhadap dua titik kebakaran.
Tim gabungan terlebih dahulu memastikan ketersediaan sumber air sebelum melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air atau alkon serta selang pemadam.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali membesar.
Penanganan di lokasi tersebut selesai sekitar pukul 18.00 WITA, dengan kondisi kedua titik api berhasil dipadamkan.
Tiga Titik Karhutla di Sepaku, Luas Terbakar Sekitar 5 Hektare
Pada hari yang sama, Karhutla kembali terpantau sekitar pukul 15.00 WITA di wilayah RT 03, Kelurahan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menerima informasi tersebut, personel Polresta Kawasan IKN langsung bergerak sekitar pukul 15.30 WITA menuju lokasi.
Kebakaran ditemukan pada tiga titik berbeda, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.
Penanganan dipimpin langsung Kapolresta Kawasan IKN Kombes Pol Suprianto, S.I.K., M.Si., bersama personel Polresta Kawasan IKN, Pammat Dit Samapta Polda Kaltim, Satgas ONM Desa Sukaraja serta personel Otorita IKN.
Tim gabungan bergerak cepat mencari sumber air terdekat dan melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air serta selang pemadam.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas kembali melakukan pendinginan di sejumlah titik yang telah terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara yang dapat kembali memicu api maupun menyebabkan kebakaran merambat ke wilayah lain.
Seluruh rangkaian penanganan di lokasi tersebut selesai sekitar pukul 00.00 WITA.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Dalam kedua kejadian tersebut, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Personel juga terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul.
Kabid Humas Polda Kaltim menegaskan, penanganan Karhutla menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Setiap laporan hotspot harus segera direspons dengan langkah nyata di lapangan.
“Setiap informasi mengenai hotspot maupun Karhutla harus segera direspons. Jajaran Polri langsung bergerak bersama unsur terkait untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Pemadaman tidak berhenti ketika api terlihat padam, tetapi harus dilanjutkan dengan pendinginan dan monitoring,” tegas Kabid Humas Polda Kaltim.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering dan material yang mudah terbakar membuat potensi munculnya kembali api harus diantisipasi secara serius.
“Fokus kita bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan kebakaran tidak kembali terjadi dan tidak meluas. Deteksi dini, kecepatan informasi, respons personel, kesiapan peralatan, ketersediaan sumber air hingga pemantauan pascapemadaman harus terus diperkuat,” ujarnya.
Kabid Humas juga mengapresiasi sinergitas personel Polresta Kawasan IKN bersama Damkar Otorita IKN, Pammat Dit Samapta Polda Kaltim, Satgas ONM serta seluruh unsur terkait yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
“Karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani oleh satu pihak saja. Polri akan terus memperkuat koordinasi dengan Otorita IKN, pemerintah daerah, TNI, BPBD, pemadam kebakaran, dunia usaha dan masyarakat. Setiap potensi kebakaran harus ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” tegasnya.
Polri Tegas: Jangan Bakar Lahan
Selain melakukan pemadaman, pendinginan dan monitoring, personel di lapangan juga terus memberikan edukasi serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Kabid Humas menegaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya Karhutla.
“Jangan melakukan pembakaran lahan. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat menentukan kecepatan penanganan. Jangan sampai api kecil berkembang menjadi kebakaran besar,” tegasnya.
Polresta Kawasan IKN bersama seluruh unsur terkait memastikan kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah rawan Karhutla terus ditingkatkan.
Polri menegaskan komitmennya untuk hadir, bergerak cepat dan bertindak tegas dalam setiap penanganan Karhutla melalui deteksi dini, respons cepat, pemadaman, pendinginan, monitoring serta edukasi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya terpadu untuk mencegah kebakaran meluas, melindungi masyarakat, menjaga keamanan kawasan IKN, serta memastikan kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur tetap terjaga.




















