PANGDAM XIV/HASANUDDIN DAN DPN PERKUAT SINERGI KETAHANAN PANGAN, ENERGI, DAN EKONOMI
MAKASSAR – Penguatan ketahanan nasional membutuhkan sinergi yang solid antara unsur pertahanan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko bersama rombongan Deputi Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Selasa (29/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Pangdam, Makodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Kodam. Rombongan DPN dipimpin Tenaga Ahli Utama Deputi Bidang Geoekonomi DPN Mayjen TNI Tri Rana Subekti, S.Sos., M.M., bersama Tenaga Ahli Kedeputian Geoekonomi DPN.
Pertemuan tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas sejumlah persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, energi, ekonomi, serta kontribusi TNI dalam mendukung kepentingan masyarakat dan kepentingan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin memaparkan sejumlah langkah Kodam dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah cetak sawah yang saat ini telah mencapai 1.998 hektare, tersebar di lima kabupaten dengan sekitar 1.000 titik.
Pangdam menegaskan bahwa sinergi TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pertanian menjadi bagian penting dalam mendorong optimalisasi sektor pertanian. Tidak hanya membuka dan mengoptimalkan lahan, upaya tersebut juga diarahkan pada penguatan penyerapan gabah sebagai bagian dari mata rantai menjaga ketersediaan pangan.
“Sinergi TNI AD dengan Kementerian Pertanian menjadi kekuatan penting dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk melalui optimalisasi penyerapan gabah,” demikian pokok penyampaian Pangdam dalam pertemuan tersebut.
Selain ketahanan pangan, Pangdam juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang melibatkan peran TNI, termasuk pembangunan Jembatan Garuda. Program tersebut dipandang sebagai bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Di sisi lain, Mayjen TNI Tri Rana Subekti menegaskan bahwa kunjungan DPN merupakan bagian dari langkah untuk menggali dan mendalami berbagai persoalan geoekonomi yang berkembang di daerah.
“Kami ingin mencari dan mendalami berbagai persoalan perekonomian yang terhambat, termasuk berkaitan dengan ketahanan energi dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurut Tri Rana Subekti, DPN menempatkan kolaborasi antara unsur sipil dan militer sebagai salah satu pendekatan dalam mengidentifikasi berbagai tantangan yang berkaitan dengan ketahanan ekonomi.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain persoalan pasokan, perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista), kondisi sektor swasta dan pemerintahan, serta pelaksanaan program cetak sawah rakyat.
Berbagai informasi dan persoalan yang ditemukan di lapangan selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan ketahanan nasional tidak berdiri sendiri. Ketahanan pangan, energi, dan ekonomi memiliki keterkaitan erat dan membutuhkan koordinasi lintas sektor agar kebijakan yang ditempuh dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui komunikasi dan sinergi yang terukur antara TNI, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait, berbagai potensi persoalan di daerah diharapkan dapat diidentifikasi lebih dini dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional yang berkelanjutan.




















