TPA Bujangga Jadi Titik Perhatian! Serdik Sespimmen Polri ke-67 Bergerak Cegah Karhutla di Berau
BERAU, 15 September 2026 – Ancaman kebakaran di tengah kondisi cuaca kering tak boleh dianggap remeh. Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga, Kabupaten Berau, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar 3 turun langsung ke lapangan. Bukan sekadar datang dan melihat kondisi, mereka berdialog dengan warga serta petugas TPA, memberikan edukasi pencegahan kebakaran hingga membagikan masker.
Langkah tersebut menjadi pesan tegas bahwa pencegahan harus dilakukan sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
Kawasan TPA memiliki berbagai material yang mudah terbakar. Dalam kondisi cuaca panas dan kering, percikan api kecil sekalipun berpotensi menimbulkan persoalan serius apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, masyarakat dan petugas di sekitar TPA diingatkan untuk meningkatkan pengawasan. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran harus dihindari, sementara setiap kepulan asap atau indikasi titik api wajib segera dilaporkan.
Kasihumas Polres Berau AKP Suradi menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memutus potensi kebakaran sejak awal.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Peran aktif masyarakat sangat penting karena pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini,” ujar AKP Suradi.
Bukan Sekadar Imbauan, Serdik Turun Langsung ke Lapangan
Kehadiran Serdik Sespimmen Polri ke-67 tidak berhenti pada penyampaian imbauan. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan petugas TPA sekaligus membangun komunikasi mengenai kondisi lingkungan dan potensi bahaya kebakaran.
Masker juga dibagikan kepada warga dan petugas yang beraktivitas di sekitar TPA sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi paparan debu maupun asap.
Langkah ini menunjukkan bahwa upaya menjaga keselamatan masyarakat dilakukan melalui pendekatan langsung, humanis dan preventif.
Kombes Tedy: Jangan Tunggu Api Membesar
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh baru bergerak setelah api membesar.
“Penanganan Karhutla merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari pencegahan, edukasi, pemantauan hingga respons cepat ketika ditemukan titik api. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” jelas Tedy.
Ia menegaskan, sinergi seluruh elemen menjadi kunci menghadapi ancaman Karhutla.
“Polri terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, relawan dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla,” tegasnya.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran serta segera memberikan informasi apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.
Makan Bersama Warga, Perkuat Sinergi di Lapangan
Di tengah kegiatan, para Serdik menyempatkan diri makan siang bersama warga dan petugas TPA. Suasana berlangsung hangat dan humanis.
Namun di balik suasana keakraban tersebut tersimpan pesan penting: komunikasi antara aparat dan masyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi ancaman dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Kegiatan di TPA Bujangga menjadi bukti bahwa perang terhadap Karhutla tidak hanya dilakukan dengan pemadaman, tetapi dimulai dari edukasi, kewaspadaan dan keberanian masyarakat untuk segera melapor.
Satu titik api jangan dibiarkan menjadi kobaran besar. Pencegahan hari ini adalah perlindungan untuk masyarakat dan lingkungan esok hari.




















