Kapolda Kaltim Tegaskan Pengamanan Pupuk Kaltim Harus Profesional dan Terintegrasi
BONTANG — Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara Polri dan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam menjaga keamanan serta keberlangsungan operasional perusahaan yang memiliki peran strategis bagi kepentingan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Kaltim saat melakukan kunjungan kerja ke PT Pupuk Kaltim, Jumat (11/9/2026). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Pedoman Kerja Teknis (PKT) Jasa Pengamanan serta sosialisasi terkait bahaya narkoba, judi online, terorisme, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan turut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim, serta Direktur Utama PT Pupuk Kaltim bersama jajaran manajemen.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa penandatanganan PKT bukan sekadar formalitas administratif, melainkan menjadi instrumen penting untuk membangun komunikasi, koordinasi, kepercayaan, dan pola pengamanan yang semakin terintegrasi antara kepolisian dengan perusahaan.
“Pengamanan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga gedung dan aset, tetapi juga menjaga keberlangsungan proses produksi yang memiliki dampak luas bagi masyarakat dan negara,” tegas Kapolda.
Menurutnya, PT Pupuk Kaltim memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah maupun nasional. Keberlangsungan kegiatan produksi perusahaan turut berkaitan dengan ketersediaan pupuk yang mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Karena itu, Kapolda mendorong agar sistem pengamanan tidak bersifat reaktif, tetapi dibangun melalui langkah antisipatif, koordinasi yang solid, serta kemampuan membaca potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kenali lingkungan kerja perusahaan dan bangun komunikasi sebelum timbul masalah, bukan sekadar hadir ketika konflik sudah terjadi,” pesannya.
Kapolda juga menekankan pentingnya pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas antara personel Polri dan petugas pengamanan internal perusahaan. Kesiapsiagaan harus diperkuat melalui pelatihan, simulasi, evaluasi berkala, serta penyesuaian terhadap dinamika dan perkembangan potensi ancaman di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
Ia menegaskan perlunya pendekatan yang tepat antara penegakan hukum dan upaya penyelamatan. Pengguna atau korban penyalahgunaan narkoba perlu mendapatkan penanganan dan rehabilitasi, sedangkan jaringan serta pengedar narkotika harus ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku.
Selain narkoba, ancaman judi online, paham terorisme, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak juga dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen perusahaan, keluarga, dan masyarakat.
Kapolda menegaskan, terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan bebas dari berbagai bentuk ancaman sosial akan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan konsentrasi, produktivitas, disiplin, serta kinerja para pekerja.
Ia juga mengingatkan seluruh personel Polri untuk memberikan pelayanan pengamanan secara profesional, responsif, dan solutif. Kehadiran polisi di lingkungan perusahaan harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan.
Melalui penandatanganan PKT tersebut, Kapolda berharap hubungan antara Polda Kaltim dan PT Pupuk Kaltim semakin kokoh dalam semangat partnership yang saling memperkuat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mampu menjaga keamanan aset dan lingkungan perusahaan, tetapi juga memastikan stabilitas operasional tetap terjaga, sehingga kontribusi PT Pupuk Kaltim terhadap masyarakat, perekonomian, ketahanan pangan, dan kepentingan negara dapat terus berlangsung secara optimal.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, judi online, terorisme, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan kondusif.




















