Antrean BBM Mengular di Bali, Demer Desak Pertamina Bergerak Cepat dan Tindak Penyalahgunaan
JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer, mendesak Pertamina mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Demer menegaskan, persoalan distribusi BBM harus segera ditangani secara serius, terukur, dan transparan. Pasalnya, antrean panjang tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas kerja, transportasi, perdagangan, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Bali.
Desakan tersebut disampaikan setelah Demer mendatangi Kantor Pertamina Cabang Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi pasokan, penyebab antrean, serta langkah konkret yang ditempuh Pertamina untuk memulihkan distribusi BBM.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi masyarakat yang harus mengantre panjang untuk mendapatkan bensin. Dampaknya bukan hanya waktu dan tenaga yang terbuang, tetapi juga banyak masyarakat kehilangan kesempatan untuk bekerja dan mencari nafkah. BBM sangat penting bagi kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat Bali,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria di Jakarta.
Distribusi Harus Cepat, Pasokan Harus Sampai ke SPBU
Berdasarkan penjelasan yang diterima Demer dari pihak Pertamina, lonjakan permintaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi distribusi. Pertamina menyampaikan bahwa stok BBM tersedia dan penambahan pasokan tengah dilakukan untuk mengatasi kekosongan di sejumlah SPBU.
Upaya penguatan distribusi dilakukan melalui dua titik pasokan, yakni Manggis dan Serangan. Selain itu, pasokan melalui jalur laut dari Padangbai menuju Serangan dikerahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM di Bali.
Pertamina juga dilaporkan mengoperasikan truk tangki selama 24 jam guna mempercepat pengisian BBM ke SPBU. Distribusi disebut telah berjalan di wilayah Denpasar dan Badung.
Demer mengapresiasi langkah penambahan pasokan tersebut, tetapi menekankan bahwa efektivitas penanganan harus diukur dari kondisi nyata di lapangan, terutama berkurangnya antrean dan pulihnya akses masyarakat terhadap BBM.
“Sekarang sudah ada dua titik yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan BBM, yaitu Manggis dan Serangan. Truk tangki juga dikerahkan untuk beroperasi selama 24 jam agar pengisian ke SPBU bisa dipercepat. Kita berharap kondisi ini segera teratasi,” jelas politikus Fraksi Partai Golkar tersebut.
Menurut Demer, ketersediaan stok di depot harus diikuti distribusi yang lancar hingga ke SPBU. Karena itu, koordinasi antarpihak perlu diperkuat agar kendala penyaluran dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan.
Gangguan BBM Berpotensi Tekan Perekonomian Bali
Demer mengingatkan bahwa Bali memiliki ketergantungan tinggi terhadap kelancaran transportasi dan aktivitas jasa. BBM dibutuhkan tidak hanya oleh masyarakat untuk mobilitas sehari-hari, tetapi juga oleh angkutan umum, kendaraan logistik, pelaku UMKM, serta berbagai usaha yang mendukung industri pariwisata.
Jika gangguan distribusi berlangsung berkepanjangan, dampaknya dapat meluas terhadap rantai pasok barang, biaya operasional usaha, dan pendapatan masyarakat.
“Bali adalah daerah pariwisata. Kita membutuhkan energi untuk menjalankan kegiatan produksi maupun jasa. Kalau distribusi BBM terganggu, dampaknya bisa meluas ke banyak sektor dan akhirnya masyarakat yang paling dirugikan. Karena itu, persoalan ini harus menjadi perhatian serius dan penanganannya tidak boleh berlarut-larut,” tegasnya.
Ia meminta Pertamina menjadikan pemulihan distribusi sebagai prioritas dengan tetap memastikan penyaluran berjalan tertib dan sesuai kebutuhan. Masyarakat, menurutnya, tidak seharusnya terus menanggung dampak dari gangguan pasokan yang belum sepenuhnya teratasi.
Pengawasan SPBU Diperketat, Pelanggaran Harus Ditindak
Di tengah situasi tersebut, Demer meminta pengawasan terhadap penyaluran BBM di SPBU diperketat. Pengawasan diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan distribusi, pembelian berulang yang tidak wajar, maupun praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.
Ia juga meminta aparat kepolisian menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai ketentuan hukum. Pertamina diminta menjatuhkan sanksi kepada SPBU apabila pemeriksaan membuktikan adanya keterlibatan dalam penyalahgunaan penyaluran BBM.
“Jangan sampai ada pihak yang mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat. Jika ditemukan pelanggaran, saya minta kepolisian bertindak tegas dan Pertamina memberikan sanksi kepada SPBU yang terbukti terlibat,” ujarnya.
Penindakan tersebut, lanjutnya, harus didasarkan pada temuan dan bukti yang jelas. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya menjadi langkah pencegahan, tetapi juga memberikan kepastian bahwa setiap pelanggaran ditangani sesuai aturan yang berlaku.
Demer Minta Laporan Setiap Tiga Jam
Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Demer meminta Pertamina menyampaikan laporan perkembangan realisasi penyaluran BBM setiap tiga jam. Langkah ini dimaksudkan untuk memantau apakah tambahan pasokan benar-benar telah sampai ke SPBU dan dapat diakses masyarakat.
“Saya meminta laporan setiap tiga jam mengenai perkembangan realisasi penyaluran BBM. Kita perlu memastikan bahwa pasokan yang sudah disiapkan benar-benar sampai ke SPBU dan dapat dibeli masyarakat. Saya akan terus memantau perkembangannya sampai malam ini,” katanya.
Demer juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, ketenangan masyarakat perlu diimbangi dengan langkah nyata dari pihak terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan informasi mengenai kondisi pasokan disampaikan secara jelas.
Ia berharap penambahan pasokan melalui Manggis dan Serangan, pengoperasian truk tangki selama 24 jam, serta pengawasan yang diperketat dapat segera membantu memulihkan kondisi di lapangan.
“Distribusi harus dipercepat, pengawasan harus diperketat, dan setiap pelanggaran harus ditindak. Saya berharap masyarakat tetap tenang karena upaya penambahan pasokan sedang dilakukan. Kita ingin kondisi segera kembali normal agar masyarakat bisa beraktivitas dan mencari nafkah seperti biasa,” pungkasnya.
Pemulihan distribusi BBM di Bali kini menjadi hal penting untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Keberhasilan penanganan perlu ditunjukkan melalui penyaluran yang tepat, pengawasan yang konsisten, serta berkurangnya antrean di SPBU.



















